Parepare_ Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan menyampaikan kepada pihak Bulog untuk segera merampungkan pembangunan Pasar Induk Beras sehingga Bapak Presiden RI Joko Widodo dapat meresmikan secara langsung.
“kita upayakan peresmian Pasar Induk Beras bersamaan dengan peresmian PLTB yang ada di Sidrap. Jadi harapan saya nanti dapat segera diresmikan oleh presiden Joko Widodo,” Harap Sumarsono.
Sumarsono menambahkan pihak Buloh masih memliki waktu beberapa bulan lagi untuk melakukan persiapan dan pembenahan “peresmian Akan ditargetkan pada Agustus mendatang, karena masih butuh waktu dan masih banyak hal yang harus dibenahi oleh Bulog,” jelasnya.
hal tersebut disampaikan oleh
Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan Sumarsono dalam kunjungan kerjana di Lokasi Pasar Induk Beras Bulog Lapadde Kota Parepare.
Dalam kunjungannya Sumarsono didampingi Penjabat Semantara Walikota Parepare Luthfie Natsir, Kapolres Parepare, Komandan Kodim, serta rombongan Kepala SKPD yang ikut dalam kunjungan kerja penjabat Gubernur Sulawesi Selatan.
Dalam kunjugannya tersebut Sumarsono yang juga membawa istrinya melihat langsung kompleks pergudangan yang akan dijadikan lokasi pasar induk beras dengan kapasitas tampungan 100 ribu ton.
Pasar induk beras Kota Parepare merupakan satu dari tujuh propinsi di Indonesia yang dijadikan lokasi pasar induk.
Darwin, Kepala Divisi Pemasaran Bulog dalam pemaparannya dalam rombongan kunjungan kerja menyampaikan, Pembangunan Pasar Induk Beras di tujuh propinsi di Indonesia merupakan arahan dan perintah langsung oleh Presiden RI Joko Widodo.
“pembangunan pasar induk beras pertamakali diwacanakan oleh presiden RI Joko Widodo yang memerintahkan untuk membuat pasar induk beras Bulog di tujuh propinsi sebagai sentra produksi beras,” Kata Darwin.
Darwin menambahkan progres pembangunan Pasar Induk Beras di Kota parepare sudah melalui tahapan penandatanganan MOU dengan Gubernur Sulsel dan Pemerintah Kota Parepare sebagai tanda akan dilaksanakannya pembangunan pasar induk beras.
Sumarsono usai berkeliling melihat kompleks pergudangan Bulog menyampaikan, pembangunan Pasar Induk Beras merupakan mimpi Presiden RI untuk mewujudkan pasar induk beras di tujuh Propinsi di Indonesia.
Dipilihnya Kota Parepare, dinilai Sumarsono karena Parepare sebagai Kota yang memiliki akses Wilayah terbuka dengan Daerah lain, Kota Parepare Ditopang dengan Sistem Transportasi yang memadai, Seperti adanya 2 Pelabuhan yang mendukung lancarnya Kegiatan Pengiriman beras. Pelabuhan Nusantara Parepare dan Pelabuhan Sukarno Hatta Makassar, Selain Pelabuhan Parepare juga didukung dengan Daya Listrik sedikitnya 75 Mega Whatt (MW) dari pembangkit tenaga Bayu dari PLTB Kabupaten Sidrap.
Dia menambahkan, potensi dan surplus beras di Sulawesi Selatan sangat luar biasa, sehingga memberikan pasokan di daerah timur. “karena itulah kita harus memastikan suplai Bulog terpenuhi dan Pasar Induk Beras di Sulsel yang berlokasi Parepare dapat memberikan efek ekonomi yang tinggi. apalagi keuntungannya kita mendapatkan suplai energi dari PLTB yang ada di Sidrap,”Jelas Sumarsono.
Sumarsono menambahkan Bukan hanya menarik beras tapi keberadaan Pasar Induk Beras ini nantinya dapat memberikan keuntungan kepada para petani, agar petani nantinya akan menjual berasnya kepada Bulog.
Sumarsono yang juga menjabat sebagai Dirjen Otonomo Kementrian Dalam Negeri menambahkan memberikan dukungan penuh pembangunan Pasar Induk Beras Bulog dan mengharapakan kepada pihak bulog untuk selalu melakukan koordinasi.
Sementara itu, Penjabat Sementara Walikota Parepare Luthfie Natsir menyampaikan hadirnya Pasar Iduk Beras akan memberikan kemudahan dalam mengendalikan harga di pasaran sehingga berpotensi dalam meningkatkan pendapatan daerah dan meningkatkan nilai tambah petani dan meningkatnya perekonomian di kota Parepare.Parepare_ Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan menyampaikan kepada pihak Bulog untuk segera merampungkan pembangunan Pasar Induk Beras sehingga Bapak Presiden RI Joko Widodo dapat meresmikan secara langsung.
“kita upayakan peresmian Pasar Induk Beras bersamaan dengan peresmian PLTB yang ada di Sidrap. Jadi harapan saya nanti dapat segera diresmikan oleh presiden Joko Widodo,” Harap Sumarsono.
Sumarsono menambahkan pihak Buloh masih memliki waktu beberapa bulan lagi untuk melakukan persiapan dan pembenahan “peresmian Akan ditargetkan pada Agustus mendatang, karena masih butuh waktu dan masih banyak hal yang harus dibenahi oleh Bulog,” jelasnya.
hal tersebut disampaikan oleh
Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan Sumarsono dalam kunjungan kerjana di Lokasi Pasar Induk Beras Bulog Lapadde Kota Parepare.
Dalam kunjungannya Sumarsono didampingi Penjabat Semantara Walikota Parepare Luthfie Natsir, Kapolres Parepare, Komandan Kodim, serta rombongan Kepala SKPD yang ikut dalam kunjungan kerja penjabat Gubernur Sulawesi Selatan.
Dalam kunjugannya tersebut Sumarsono yang juga membawa istrinya melihat langsung kompleks pergudangan yang akan dijadikan lokasi pasar induk beras dengan kapasitas tampungan 100 ribu ton.
Pasar induk beras Kota Parepare merupakan satu dari tujuh propinsi di Indonesia yang dijadikan lokasi pasar induk.
Darwin, Kepala Divisi Pemasaran Bulog dalam pemaparannya dalam rombongan kunjungan kerja menyampaikan, Pembangunan Pasar Induk Beras di tujuh propinsi di Indonesia merupakan arahan dan perintah langsung oleh Presiden RI Joko Widodo.
“pembangunan pasar induk beras pertamakali diwacanakan oleh presiden RI Joko Widodo yang memerintahkan untuk membuat pasar induk beras Bulog di tujuh propinsi sebagai sentra produksi beras,” Kata Darwin.
Darwin menambahkan progres pembangunan Pasar Induk Beras di Kota parepare sudah melalui tahapan penandatanganan MOU dengan Gubernur Sulsel dan Pemerintah Kota Parepare sebagai tanda akan dilaksanakannya pembangunan pasar induk beras.
Sumarsono usai berkeliling melihat kompleks pergudangan Bulog menyampaikan, pembangunan Pasar Induk Beras merupakan mimpi Presiden RI untuk mewujudkan pasar induk beras di tujuh Propinsi di Indonesia.
Dipilihnya Kota Parepare, dinilai Sumarsono karena Parepare sebagai Kota yang memiliki akses Wilayah terbuka dengan Daerah lain, Kota Parepare Ditopang dengan Sistem Transportasi yang memadai, Seperti adanya 2 Pelabuhan yang mendukung lancarnya Kegiatan Pengiriman beras. Pelabuhan Nusantara Parepare dan Pelabuhan Sukarno Hatta Makassar, Selain Pelabuhan Parepare juga didukung dengan Daya Listrik sedikitnya 75 Mega Whatt (MW) dari pembangkit tenaga Bayu dari PLTB Kabupaten Sidrap.
Dia menambahkan, potensi dan surplus beras di Sulawesi Selatan sangat luar biasa, sehingga memberikan pasokan di daerah timur. “karena itulah kita harus memastikan suplai Bulog terpenuhi dan Pasar Induk Beras di Sulsel yang berlokasi Parepare dapat memberikan efek ekonomi yang tinggi. apalagi keuntungannya kita mendapatkan suplai energi dari PLTB yang ada di Sidrap,”Jelas Sumarsono.
Sumarsono menambahkan Bukan hanya menarik beras tapi keberadaan Pasar Induk Beras ini nantinya dapat memberikan keuntungan kepada para petani, agar petani nantinya akan menjual berasnya kepada Bulog.
Sumarsono yang juga menjabat sebagai Dirjen Otonomo Kementrian Dalam Negeri menambahkan memberikan dukungan penuh pembangunan Pasar Induk Beras Bulog dan mengharapakan kepada pihak bulog untuk selalu melakukan koordinasi.
Sementara itu, Penjabat Sementara Walikota Parepare Luthfie Natsir menyampaikan hadirnya Pasar Iduk Beras akan memberikan kemudahan dalam mengendalikan harga di pasaran sehingga berpotensi dalam meningkatkan pendapatan daerah dan meningkatkan nilai tambah petani dan meningkatnya perekonomian di kota Parepare.