Parepare_ Pemerintah Kota Parepare malalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Parepare menggelar sosialisasi Pemanfaatan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-E) serta Surat Keterangan (Suket) serta implikasinya terhadap pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Parepare periode 2018 – 2023.

Sosialisasi yang digelar di Ruang Pola Kantor Walikota Parepare dihadiri Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Ketua KPU Kota Parepare, Ketua Panwaslu, tim pemenangan pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Parepare serta Camat dan Lurah se-Kota Parepare, 7 Juni 2018.

Adi Hidayah dalam laporan panitia menyampaikan dari 96.055 masyarakat Kota Parepare yang telah memegang KTP-E, ada 2.390 penduduk yang memegang surat keterangan pengganti KTP-E.

Sementara itu Penjabat Sementara Walikota Parepare Luthfie Natsir sebelum membuka sosialisasi menyampaikan dari jumlah Daftar Pemilih Tetap yang di rilis oleh KPU Kota baru 96.055 warga yang sudah melakukan perekaman KTP-E.

Luthfie Natsir memerintahkan kepada dinas terkait untuk menginventarisasi jumlah Suket pengganti KTP-E yang telah diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil baik itu wajib pilih pemilik Suket yang sudah terdaftar dalam DPT.

“jadi setelah di lakukan inventarisasi Suket, Suket pengganti KTP-e harus didistribusikan kepada seluruh stake holder yang terkait dalam penyelenggaraan pemilukada. Itu untuk memudahkan kerja instansi pemilukada untuk mengidentifikasi dan menginventarisir suket yang terindikasi palsu,” jelas Luthfi.

Luthfi yang juga menjabat sebagai kepala Inspektorat Peropinsi menyampaikan Dinas Kependudukan dan catatan sipil harus membentuk tim pelayanan mobile hingga ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk mengantisipasi hal insedentil terkait keraguan dan keabsahan KTP-el.

Diakhir arahannya lutfhfi juga menyarankan kepada dinas terkait untuk melakukan sosialisasi terkait pemanfaatan kartu tanda penduduk dan Suket kepada seluruh masyarakat kota Parepare.