PAREPARE_ Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare memberikan bantuan kepada 32 kepala keluarga (KK) korban bencana alam yang terjadi sejak bulan mei hingga agustus 2018.

Penyerahan bantuan bencana alam itu, diserahkan langsung, Wali Kota Parepare, HM. Taufan Pawe, selasa (21/8/2018) di ruang kerja Wali Kota Parepare.

Saat ditanyai lebih lanjut, Taufan Pawe mengaku, tugas pemerintah adalah memperhatikan dan mengetahui keadaan rakyatnya. Olehnya mengapa ia sebagai Walikota, selalu berusaha untuk mengerti keadaan warganya.

“Saya selalu berusaha mengerti keadaan rakyatku, karena sudah kewajiban pemerintah untuk mengetahui keadaan rakyatnya. Semoga bantuan yang diberikan oleh pemerintah kota ini dapat meringankan beban warga yang tertimpa musibah,” ungkap Taufan Pawe.

Tidak hanya itu, Taufan Pawe juga mengaku, Suatu pemerintahan dapat dikatakan berhasil, jika seluruh unit kerjanya berjalan dengan baik.

“Pemerintah dapat disebut meraih keberhasilan jika semua unitnya, termasuk camat dan lurahnya dapat bekerja dengan baik di lapangan, selalu memantau keadaan rakyat, kemudian melaporkan kepada Walikota apa yang menjadi kebutuhan rakyat itu,” jelas Taufan.

Sementara, Sekretaris Badan Keuangan Setdako Parepare, Awaluddin merinci sejumlah bantuan yang diberikan pada korban bencana alam tersebut, yakni diperuntukkan bagi 32 kepala keluarga yang tertimpa musibah kebakaran dan tanah longsor.

“Penerima bantuan itu diantaranya yaitu, korban kebakaran sebanyak 7 Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah bantuan sebesar Rp 40 juta, sementara bantuan untuk korban tanah longsor sebanyak 25 Kepala Keluarga (KK) dengan nilai bantuan Rp 37 juta,” urai Awaluddin.

Diketahui, pemberian bantuan kepada korban bencana alam itu diberikan kepada warga yang bermukim di Kelurahan Lapadde, Ujung Baru, Bumi Harapan, Sumpang Minangae, Watang Soreang, Labukkang, Ujung Bulu, Tiro Sompe, Lumpue, Bukit Indah, Lemoe dan Bukit Harapan, dengan total bantuan Rp 76 Juta, melalui anggaran belanja tak terduga tahun 2108.