Parepare_Sejumlah inovasi terus dilakukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Parepare, salah satunya dengan menerapkan tanda tangan digital untuk penerbitan dokumen kependudukan, langkah ini dilakukan untuk memotong waktu layanan.
‘’Dengan penerapan tanda tangan digital pada penerbitan dokumen kependudukan, maka kami bisa menandatangani dokumen kependudukan di mana saja, sehingga warga tidak perlu menunggu lama lagi di tempat pelayanan,’’ kata Saifullah, SIP, Plt. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Parepare.
Untuk mendukung langkah ini, Saifullah mengaku sudah berkordinasi dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri dan mereka (Kemeterian-red) mendukung percepatan Go Digital tersebut. Apalagi perangkat yang ada saat ini sudah cukup memadai.
‘’Admin data base kependudukan kami sudah melatih operator di ruangan pelayanan cara mengoperasikan penerapan tanda tangan digital ini,’’ tambah Saifullah.
Adi Hidayah Saputra, S.STP, Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data Disdukcapil Kota Parepare,mengungkapkan terhitung mulai Senin 29 April 2019, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Parepare, mulai melakukan uji coba sekaligus penerapan tanda tangan elektronik tersebut.
‘’Kami sudah lama mau menerapkan ini, tapi menunggu waktu yang tepat sambil melakukan sosialisasi ke warga soal pemberlakuan tanda tangan elektronik ini dulu,’’ jelas Adi Hidayah.
Perbedaan mendasar dengan pemberlakuan tanda tangan elektronik ini, bisa dilhat pada tanda tangan Kepala Dinas di dokumen kependudukan.
‘’Jika secara manual, maka tanda tangan basah Kepala Dinas muncul di dokumen kependudukan, beda halnya dengan tanda tangan elektronik, yang muncul di dokumen kependudukan bukan tanda tangan basah lagi, tapi berupa barcode, ini juga salah satunya untuk menghindari pemalsuan dokumen,’’ lanjut Adi Hidayah.
Penggunaan tanda tangan elektronik untuk penerbitan dokumen kependudukan ini berlaku untuk penduduk yang mengurus dokumen kependudukan baru, perubahan data maupun karena penambahan anggota keluarga.
‘’Sepanjang tidak ada perubahan data, dokumen lama seperti Kartu Keluarga dengan tanda tangan manual/basah masih tetap berlaku,’’ tambah Saifullah.