Parepare_Ketua tim Kota Sehat saat berkunjung ke Kota Parepare menyampaikan Parepare sudah dua kali menerima Kota Sehat Wistara dan mudah mudahan ini yang ketiga kalinya.
“Mudah mudahan tahun ini bisa kembali meraih Hatrick Kota Sehat,” Kata Adhy Prasetya Widodo, Ketua Tim Verifikasi Kota Sehat.
Hal itu Disampaikan Adhy Prasetyo di depan Wali Kota Parepare DR. HM Taufan Pawe dan Wakil Walikota H. Pangerang Rahim di Kantor Walikota Parepare. Kamis (9/26).
Adhy Prasetyo menambahkan, untuk tahun ini Kota Parepare bisa dengan mudah kembali meraih Kota Sehat karena sudah dua tahun meraih Kota Sehat Kategori Wistara.
“Kalau sudah dua kali sudah sangat mudah untuk hatrick.. insya Allah akan sangat mudah meraih yang ketiga kalinya,” Jelas Adhy Prasetyo.
Tim Verifikasi kota sehat yang akan berada di Kota Parepare selama dua hari ini menyampaikan akan turun melihat bagaimana peran lintas sektor dalam lintas kesehatan dan ini merupakan kolaborasi antar pihak.
Dikatakan Adhy Kesehatan merupakan salah satu bagian dan harus dicapai 100 persen dan kami disini untuk mengetahui apa yang telah dilakukan dan inovasi yang dilakukan.
Dia menambahkan dari 300 kabupaten kota di Indonesia yang mengikuti Verifikasi Kota Sehat Nasional akan memberikan hasil verifikasi pada bulan Oktober mendatang.
Sementara itu Wali Kota Parepare di depan tim verifikasi menyampaikan bahwa berbicara kota sehat tidak hanya berbicara secara jasmani tetapi juga harus berbicara secara rohani.
“Membangun mindset dan karakter yang kuat merupakan pondasi dalam hidup sehat,” Kata Walikota dua periode ini.
Dia menambahkan, Pelayanan kesehatan di Kota Parepare merupakan hak dasar, dimana pemerintah memberikan fasilitas dan pelayanan yang prima kepada seluruh masyarakat di Kota Parepare.
Mengenai layanan kesehatan sendiri, Taufan Pawe menyampaikan sejak 2014 Pemerintah Kota Parepare meluncurkan Call Centre 112 yang memberikan pertolongan secara emergency kepada masyarakat.
“Kami punya komitmen apabila ada masyarakat yang menelpon tidak boleh lebih dari 15 menit sudah harus ada di rumah sakit untuk dilakukan penanganan,” Jelas Taufan Pawe.