Parepare: Wali Kota Parepare DR.HM Taufan Pawe bersama Wakil Walikota Parepare H. Pangerang Rahim pada tahun pertamanya dalam periode kedua mulai merealisasikan program program unggulan mereka.

Salah satu program unggulannya yakni menghadirkan rumah impian kepada warga kurang mampu dan belum memiliki rumah layak huni pada penghujung tahun pertama mulai direalisasikan.

Sebanyak 27 warga kurang mampu penerima rumah impian dikumpulkan bersama lurahnya di Rujab untuk bertatap muka langsung dengan Walikota dan Wakil Walikota Parepare. Rabu (10/2)

Herman Kadir Serkretaris DInas Perumahan Pemukiman dan Pertahanan dalam laporannya menyampaikan program rumah impian diperuntukkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah dan kurang mampu.

“Tahun ini merupakan tahun pertama dengan total anggaran 2.1 miliar dengan anggaran 73 juta per unit. Dari 50 orang yang di usulkan, yang lolos verifikasi yang memenuhi persyaratan berjumlah 27 orang,” kata Herman.

Sementara itu Walikota Parepare DR. HM Taufan Pawe menyampaikan pertemuannya dengan para penerima rumah impian sengaja dilakukan. “saya sengaja dan saya harus ketemu langsung karena saya dengan Wakil Walikota inilah ingin memastikan bahwa penerima rumah impian betul betul orang yang berhak. Ini janji janji politik dan dari sekian janji politik saya inilah yang saya anggap unggulan dan harus dikawal dengan pak wakil walikota,”tegasnya.

Taufan menambahkan, rumah impian berbeda dengan beda rumah, “beda rumah cuma 10  juta kalau rumah impian 73 juta tiap unit dan saya minta PPKnya jangan sekali  kali diluar prosedural dan perencanaan yang ada,” tambahnya.

Selain menerima rumah impian, dari 27 penerima rumah impian, Walikota Parepare juga memberikan jaminan kesehatan dan pendidikan dan bantuan sosial, karena menurutnya penerima rumah impian juga berhak atas bantuan dari pemerintah.

“Tidak boleh 27 kk tidak mendapatkan bantuan pendidikan, kesehatan dan bantuan sosial karena inilah sasaran kita,” tambahnya.

Diakhir sambutanya , Walikota meminta kepada penerima rumah impian tidak berbohong dan merekayasa data, “saya akan ambil tindakan karena ini termasuk merugikan Negara. Ini demi untuk melindungi hak dan yang berhak,” tegasnya.