PAREPARE- Tim pembina penyelenggaraan kabupaten / kota sehat Provinsi Jawa Barat (Jabar) melakukan study banding di Kota Parepare, yang diterima Wakil Walikota, H Pangerang Rahim dan Ketua Tim PKK, Hj Erna Rasyid beserta jajaran pemerintah, di Ruang Pola, Rabu (23/10/2019) Pada kesempatan itu, Ketua Tim Pembina Kota Sehat Provinsi Jabar, Dr Ida Wahida Hidayati mengatakan, kunjungannya di Kota Kelahiran Presiden ke-3 RI itu untuk meningkatkan wawasan terkait kota sehat “Parepare merupakan kota sehat terbaik secara nasional, dan itu jadi alasan kita belajar di kota ini,” ujar Kepala Biro Pelayanan dan Pengembangan Sosial Pemprov Jabar itu. Wakil Wali Kota Parepare, H Pangerang Rahim mengatakan, pemerintah daerah terus menunjukkan komitmennya menjadikan Parepare sebagai kota sehat. Terbukti dua kali berturut-turut yakni tahun 2015 dan 2017, Parepare berhasil mendapatkan predikat kota sehat kategori Swasti Saba Wistara dan tahun 2018 juga mendapat penghargaan kota sehat tingkat regional Provinsi Sulawesi Selatan. “Predikat yang telah d dipertahankan, bahka Menyandang kota sehat merupakan suatu.

“Predikat yang telah diraih sebelumnya ingin dipertahankan, bahkan ditingkatkan Menyandang kota sehat merupakan suatu kebanggaan bagi masyarakat Parepare. Tahun ini Parepare juga berhasil mendapatkan penghargaan Indonesia Award 2019 Kategori Inovasi Sistem Pelayanan Terpadu Bidang Kesehatan,” ujarnya Menurut Pangerang, ada beberapa upaya yang dilakukan Pemerintah Daerah dalam mewujudkan kota sehat. Diantaranya peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui upaya-upaya pembangunan bidang kesehatan melalui penataan sarana dan prasarana permukiman, penataan kawasan transportasi dan tertib lalu lintas, kawasan industri dan perkantoran, penataan kawasan pariwisata sehat, ketahanan pangan dan gizi, Kehidupan sehat mandiri dan kehidupan sosial sehat,” jelasnya. Pemerintah Daerah, lanjut dia, memiliki komitmen kuat untuk pencapaian target Universal Akses 100-0-100 pada tahun 2019, yaitu 100 persen layanan terhadap akses air minum, 0 persen bebas kawasan kumuh dan 100 persen layanan terhadap akses sanitasi dasar.

“Kita berkomitmen mendorong seluruh stakeholder agar berpartisipasi aktif dalam mendukung penyelenggaraan kota sehat, yakni melalui pemberdayaan masyarakat pada forum kota sehat yang difasilitasi oleh Pemerintah Daerah, Forum Kota Sehat, Forum Kecamatan Sehat dan Forum Kelurahan Sehat,” tandasnya.