PAREPARE,- Pasar Rakyat Sumpang Minangae Kota Parepare dinyatakan aman atau steril dari bahan berbahaya.

Kepastian itu setelah Tim Koordinasi Pengawasan Pasar Aman Bebas dari Bahan Berbahaya Kota Parepare turun mengintervensi Pasar Sumpang, Rabu lalu, memeriksa beberapa sampel dan mengumumkan hasilnya.

Kepala Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan (PKP) Parepare, Wildana yang menjadi bagian tim koordinasi, mengungkapkan, setelah memeriksa beberapa sampel khususnya ikan tidak ditemukan bahan berbahaya.

“Kami ambil sampel ikan cakalang, mairo, udang, dan diperiksa. Kami sudah punya alat yang bisa memeriksa cepat sampel untuk memastikan mengandung bahan berbahaya atau tidak. Hasilnya, sampel yang kami periksa tidak ditemukan bahan berbahaya atau aman. Jadi kami simpulkan Pasar Sumpang, aman dari bahan berbahaya,” ungkap Wildana.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Parepare, Dr Hj Halwatiah yang mengkoordinir tim turun mengawasi dan memeriksa mengaku, setelah Pasar Sumpang, selanjutnya tim akan turun memeriksa tiga pasar lainnya yakni Pasar Semi Modern dan Rakyat Lakessi, Pasar Rakyat Senggol, dan Pasar Rakyat Labukkang

“Tugas kami untuk memastikan pangan tidak mengandung bahan berbahaya dan aman dikonsumsi masyarakat. Karena itu setelah Pasar Sumpang, kami juga akan memeriksa Pasar Lakessi, Pasar Senggol, dan Pasar Labukkang,” terang Halwatiah.

Ketua Tim Gabungan Dinas Pasar Aman Parepare, H Iwan Asaad menekankan, tugas tim koordinasi ini untuk menjamin keamanan pangan bagi masyarakat Parepare.

Sekda Kota Parepare ini mengemukakan, pengendalian penyalagunaan bahan berbahaya pada pangan mesti dilakukan di seluruh pasar tradisional di Parepare.

Namun demikian, kata dia, perlu skala prioritas agar pengendalian bisa dilakukan secara bertahap. Dimulai dari pasar telah memiliki label SNI yaitu Pasar Sumpang Minangae kemudian dilakukan berikutnya ke pasar-pasar lainnya. “Adanya inovasi baru untuk melindungi masyarakat dari pangan dan pangan olahan yang mengandung bahan berbahaya, maka itu Pemerintah Kota Parepare membentuk Tim Koordinasi Pengawasan Obat dan Makanan (sesuai SK Mendagri No 41) serta dalam hal ini Tim Koordinasi Pengawasan Pasar Aman Bebas dari Bahan Berbahaya,” tandas Iwan Asaad