PAREPARE, – Pemerintah Kota Parepare berhasil meraih penghargaan Top 99 dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2020. Pengumuman Top 99 tersebut dilayangkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) melalui surat pengumuman bernomor B/153/PP.00.05/2020 pertanggal 18 Juni 2020. 

Inovasi Pemkot Parepare yang berhasil masuk Top 99 pelayanan publik terbaik di Indonesia dinama Berdaya Srikandi oleh Srikandi.

Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe, mengatakan, penghargaan kali kedua yang dipersembahkan Pemkot Parepare melalui Dinas Pertanian, Kelautan, dan Perikanan (PKP) berhasil tembus Top 99 inovasi pelayanan publik di Indonesia, setelah CallNak Centre. 

Dalam kompetisi yang menyeleksi 2.250 proposal dari Pemerintah Provinsi, Kabupaten, dan Kota ini, hanya 15 Pemerintah Kota yang berhasil masuk dalam Top 99 di Indonesia, salah satunya adalah Pemerintah Kota Parepare.

“Ini menandakan pelayanan publik kita mendapat pengakuan pemerintah pusat yang diseleksi secara ketat oleh Kemenpan-RB. Penghargaan ini saya persembahkan untuk rakyat saya, Parepare,” ujar Taufan Pawe, Jumat, (19/6/2020).

Kepala Dinas PKP Parepare, Wildana menambahkan, dengan masuknya inovasi pelayanan publik Dinas PKP sebagai Top 99  ini, menjadi bukti pengakuan kementerian terhadap inovasi yang dilakukan Pemerintah Kota Parepare. “Sekaligus keberhasilan ini adalah wujud komitmen kami untuk menjadikan Dinas PKP sebagai SKPD inovatif. Ini lahir tidak lain dari inspirasi Bapak Walikota terkait dengan komitmen beliau untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui industri tanpa cerobong asap. Inilah yg kami break down ke dalam sebuah proyek inovasi berupa Berdaya Srikandi Oleh Srikandi,” terang Wildana.

Pengemasan produk yang dilakukan oleh kelompok usaha masyarakat pesisir melalui program Berdaya Srikandi oleh Srikandi

“Program ini adalah pemberdayaan kelompok perempuan untuk menjadi tenaga pembina atau pendamping teknis dan manajerial untuk kelompok-kelompok usaha yang ada di Kota Parepare khususnya kelompok usaha pesisir,” detail Abdullah, Sekretaris Dinas PKP Parepare.

Srikandi Pembina inilah lanjut Abdullah, melakukan pendampingan kepada kelompok perempuan pesisir untuk mampu mengembangkan usaha dan meningkatkan produksi, pemasaran dan keberlanjutan usahanya.

“Kelebihan dari program ini karena Srikandi mengajar srikandi sehingga, biar pagi dan masih pakai daster sudah bisa belajar dan tidak ada sekat karena sama-sama perempuan, di situlah yang membuat Pemerinrah Pusat tertarik dengan program kita,” ujar Abdullah menambahkan.

Ia menguraikan, sejak 2017 hingga 2019 terdapat 25 kelompok yang telah dibina dan masih eksis hingga sekarang.