PAREPARE,- Wali Kota Parepare Dr HM Taufan Pawe akan mengkaji regulasi atas model yang akan dilakukan terkait penyaluran bantuan dengan mengintegrasikan program yang ada, seperti bedah rumah kepada korban musibah bencana alam.

Hal itu diungkapkannya saat memberikan bantuan dana dan perabot rumah tangga kepada korban kebakaran di Jalan Damis, Kelurahan Simpang Minangae, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare. Jumat, (4/9/2020)

Menurutnya, model baru berupa bantuan bedah rumah kepada para korban kebakaran tersebut akan dikaji agar tepat sasaran dan sesuai aturan yang ada.

“Optimalisasi pelayanan kepada masyarakat harus terdepan. Pola pola bantuan terkait dengan bencana alam seperti kebakaran ini, kita akan ubah model kedepan yaitu ada bantuan bersifat keuangan. Tapi yang tidak kalah pentingnya adalah bantuan yang bersentuhan langsung dengan papan. Artinya, rumahnya dibangun”, ucap Taufan.

“Kita ada program bedah rumah yang mungkin bisa diselipkan kesitu. Bedah rumah kan minimal Rp.15 juta, sisah ditambah sedikit mungkin sekitar Rp.20 juta kemudian kita serahkan kepada TNI dan Polri untuk swakelola”, tuturnya.

Model demikian menurut Taufan dapat menyentuh langsung dan tepat sasaran kepada warga. Ia pun mencontohkan ketika warga diberikan bantuan keuangan namun tiba tiba ada penagih, bisa saja dananya langsung habis.

“Kita melihat dari segala aspek. Kasian mereka sudah susah. Jangan sudah jatuh, tertimpa tangga pula”, ungkap Taufan Pawe yang didampingi Komandan Batalyon Brimob Parepare, Sapari saat meninjau lokasi kebakaran yang tak jauh dari tenda darurat dan dapur umum.