PAREPARE,-  Selama sepekan pasca pemberlakuan perwali  No 31/2020 pada 24 September yang lalu, Tim Penegakan Perwali  yang melakukan razia, banyak mendapatkan pelanggar  di Batas Kota.

Data dari Kantor Satpol-PP Kota Parepare menyebutkan dalam sepekan terhitung dari tanggal 24 September – 1 Oktober 2020, sebanyak  284 Pelanggar Perwali, dan sebagian besar pelanggar tersebut  terjaring saat razia dilakukan di batas kota.

“Mulai hari pertama hingga siang ini, jumlah pelanggar itu sudah ada 284 orang terdiri dari 231 orang yang kena sanksi berupa denda administratif sebesar Rp 50 ribu, sedangkan 53 lainnya lebih memilih sanksi kerja sosial,”sebut Prasetyo, Sekretaris Satpol PP Kota Parepare

“Kebanyakan yang melintas masuk ke Parepare. Jadi untuk masyarakat Kota Parepare sendiri, kita liat tingkat kesadaran menggunakan maskernya sudah terbilang baik, seperti yang diungkapkan Bapak Walikota Parepare saat Sidak beberapa hari yang lalu,”terangnya.

Selain memberi sanksi berupa denda administratif maupun kerja sosial, tambahnya lagi, petugas gabungan pun memberi teguran lisan khususnya kepada sopir angkot yang mengambil penumpang yang tidak menggunakan masker ataupun juga penumpangnya tidak menerapkan physical distancing. Begitupun pengusaha warkop dan cafe.

Beberapa waktu yang lalu saat melakukan pemantauan penegakan Perwali No 31/2020 dibeberapa titik keramaian di Kota Parepare, Walikota Dr.HM.Taufan Pawe menyebutkan presentase kesadaran masyarakat ada sekitar 90 persen warga telah mematuhi protokol kesehatan khususnya dalam penggunaan masker.

“Sejauh pantauan kami hari ini tidak ada warga saya yang tidak menggunakan masker, sehingga saya berkesimpulan tingkat kesadaran masyarakat saya 90 persen. Tapi itu harus ditingkatkan, tidak boleh ada aktivitas tidak menggunakan masker,” ungkap Taufan Pawe.