MAKASSAR,- Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah yang disingkat TP2DD untuk Kota Parepare resmi hadir bersama empat TP2DD lainnya di Sulsel. Empat TP2DD itu adalah Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Kabupaten Maros, dan Kabupaten Barru.

Kehadiran TP2DD lima daerah ini ditandai dengan Penanda Tanganan Surat Keputusan dan Pengukuhan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Kota Provinsi Sulawesi Selatan yang menjadi rangkaian peluncuran Program Digitalisasi Keuangan melalui Inovasi QR Code Indonesian Standard (QRIS) oleh Bank Indonesia Perwakilan Sulsel di Hotel Four Points by Sheraton, Makassar, Selasa 1 Desember 2020.

Wali Kota Parepare, Dr HM Taufan Pawe yang hadir dalam kegiatan itu mengapresiasi program digitalisasi keuangan adalah sebuah inovasi di tengah pandemi Covid-19.

“BI yang menghadirkan transaksi keuangan digital adalah sebuah fenomena baik, sehingga ke depan sistem keuangan kita lebih terbuka dan akuntabel,” kata Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel ini.

Taufan Pawe mengemukakan, Kota Parepare yang dipimpinnya selama ini memang identik dengan inovasi. Inovasi sistem digitalisasi keuangan adalah salah satu yang diseriusi Pemkot Parepare.

“Saat ini Pemkot Parepare tengah menuju ke sistem digitalisasi keuangan. Pencairan keuangan dilakukan dengan sistem transfer baik antara pemerintah dan rekanan, maupun pemerintah dengan pegawai dan non pegawai di Kota Parepare,” ungkap Taufan yang mencetuskan Teori Telapak Kaki yang sudah mendapat pengakuan Institut Bank Indonesia (BI) ini.

Gubernur Sulawesi Selatan, Prof HM Nurdin Abdullah yang hadir dalam peluncuran itu menekankan, program digitalisasi keuangan dan hadirnya TP2DD akan meningkatkan efektivitas keuangan di Sulsel.

“Sistem digitalisasi keuangan ini diharapkan mampu membawa Sulsel menjadi provinsi yang bersih dari segala hal yang memungkin kejadian-kejadian yang tidak kita inginkan. Dan bagaimana kita mengurangi transaksi tunai yang bisa berdampak dalam segala hal,” pesan Gubernur.

Saat ini, kata Nurdin Abdullah, Pemprov Sulsel telah banyak melakukan interaksi keuangan melalui sistem digitalisasi, bahkan semua biaya perjalanan dan kegiatan lainnya dilakukan melalui digitalisasi.

“Kita saat ini tengah menuju ke sistem digitalisasi secara utuh. Bahkan kita juga sudah mulai melakukan sistem pembayaran keuangan mulai gaji, tunjangan dan perjalanan dibayarkan melalui sistem transfer,” terang mantan Bupati Bantaeng dua periode ini.

Setelah hadir di lima kabupaten kota, Gubernur berharap TP2DD hadir di semua daerah di Sulsel. “Jadi kita menuju Sulsel clean and clear,” tandas NA, akronim Nurdin Abdullah.

Ikut hadir di acara peluncuran, Sekda Kota Parepare H Iwan Asaad, Inspektur Kota HM Husni Syam, Kepala Dinas Kominfo HM Iskandar Nusu, Kepala Bappeda Samsuddin Taha, Kepala BKD H Jamaluddin Achmad, Kepala Dinas Porapar Amarun Agung Hamka, Kepala Dinas Sosial Hasan Ginca, dan beberapa pejabat Pemkot Parepare lainnya. (*)