Parepare – Pemerintah Kota Parepare menerima Tim Penilaian Nasional Pasar Aman Award 2020 dalam rangka melakukan penilaian terhadap pasar Rakyat Sumpang Minangae yang masuk sebagai salah satu nominator dan menjadi perwakilan Sulawesi Selatan, yang diterima langsung di Ruang Pola Kantor Wali Kota Parepare, Selasa 20 April 2021.

Kehadiran tim tersebut diterima langsung Wali Kota Parepare, Taufan Pawe, didampingi Wakil Wali Kota Parepare, Pangerang Rahim, Sekda Kota Parepare, Iwan Asaad, OPD terkait dan juga Gabungan Dinas Pasar Aman Kota Parepare.

Wali Kota Parepare, Taufan Pawe, mengatakan, kehadiran pasar Rakyat Sumpang Minangae memang dibutuhkan sinergi dan juga koordinasi yang baik dari Pemerintah.

“Kehadiran Pasar Rakyat ini memang dibutuhkan perhatian dan inovasi tersendiri oleh Pemerintah baik Pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi dan juga Pusat, serta instansi terkait,”katanya.

Taufan, menuturkan, keinginan dirinya melakukan perubahan terhadap pasar tersebut berawal dari motivasi Menteri Perdagangan saat menggelar pertemuan dengan para kepala daerah membahas terkait perdagangan di Bali.

“Saya ke badung Bali saat itu dan pak Menteri membanggakan pasar Sindu, yang mana pada saat itu setelah selesai acara saya langsung ke lokasi pasar tersebut untuk melihat secara langsung, namun karena hanya buka hingga pukul 12 siang, sehingga kami tidak bisa melihat secara langsung transaksi dalam pasar tapi kita sudah mendapatkan gambaran sedikit terkait pasar tersebut,”pungkasnya.

Dia menuturkan, pada proses perencanaan pembangunan pasar tersebut mendapatkan penolakan yang kuat dari beberapa pihak, karena mereka mengaku jika pasar itu sudah dibagi ke beberapa orang dan bahkan mereka mengaku telah memiliki sertifikat tapi kami secara resmi membantah dan membuktikan jika Pasar tersebut milik Pemerintah Kota Parepare.

“Itu tidak lain karena sistem administrasi dan pencatatan aset kita sendiri sangat di perketat, sehingga jika ada persoalan klaim dari masyarakat terkait kepemilikan lahan dan segalanya itu kita bisa buktikan jika itu memang merupakan milik Pemerintah Kota Parepare,”pungkas Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel ini.

Ketua MKGR Sulsel ini juga berpesan, pasar ini juga memang harus mendapatkan pengawas ketat dan harus terus dilakukan kontrol yang baik, sehingga kita bisa mewujudkan kualitas bahan pangan yang dijual itu betul-betul baik dan sehat.

“Kita memang harus awasi ketat dan ini kita juga harus pertahankan kualitas dari bahan yang dijual sehingga kondisi pangan yang ada tetap sehat dan baik. Bahkan hal itu juga kita lakukan demi mempertahankan dan membuktikan jika ISO dan SNI yang diberikan Pemerintah bisa kita pertanggungjawaban dan wujudkan ditengah masyarakat, sehingga masyarakat aman dalam mengkonsumsi pangan yang ada di pasar tersebut,”jelasnya.

Taufan, menjelaskan, Pasar Rakyat Sumpang Minangae ini sendiri memang telah menjadi prioritas untuk menghadirkan inovasi terhadap kemajuan Kota Parepare, apalagi Pasar ini berhubungan langsung dengan Salo Karajae, dan RS Regional Hasri Ainun Habibie sebagai sektor Objek pariwisata di Kota Parepare.

“Kita memang telah berfikir bagaimana menghadirkan inovasi di pasar tersebut, apalagi kita tahu sendiri di Pasar ini menjadi pandangan mata dari RS Regional dan juga Salo Karajae, karena kan tidak lazim rasanya jika pemandangan mata itu terganggu karena joroknya Pasar Sumpang, dan Alhamdulillah melalui dana Kementerian kita bisa wujudkan hal tersebut,”urainya.