Parepare – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Parepare kembali melakukan operasi patuh protokol kesehatan ke sejumlah cafe, warkop, resto, maupun berbagai pelaku usaha lainnya, Sabtu malam 8 Mei 2021. 

Tujuannya untuk mengingatkan dalam antisipasi akan lonjakan Covid-19. Dalam giat tersebut, puluhan personil Satpol PP menyisir sejumlah tempat yang berpotensi terjadi keramaian saat malam minggu. Terlebih, pada pelaku usaha yang memungkinkan pengunjungnya membludak jelang hari Raya Idul Fitri.

Kepala Satuan Polisi PP Kota Parepare, Muhammad Anzar mengatakan, pihaknya kembali turun ke sejumlah pelaku usaha dalam mengingatkan pemilik atau pengelola usaha dalam penerapan protokol kesehatan. “Pengunjung tetap dibatasi 50 persen agar tidak terjadi kerumunan. Misalkan banyak pengunjung, maka diharapkan bergantian masuknya,”

Menurutnya, pada bulan puasa ini, sejumlah warkop, maupun cafe dan pelaku usaha lainnya sudah terbilang baik dalam penerapan protokol kesehatan. “Seperti pada penggunaan masker, tidak berkerumun, artinya walaupun terlihat padat namun ada ruang atau jarak antara meja yang satu dengan lainnya,” kata Anzar. 

Tak hanya itu, pihaknya tak tanggung-tanggung akan menutup tempat usaha tersebut bila melanggar protokol kesehatan. “Kita akan tegur apabila ada yang melanggar. Bahkan bukan itu saja, akan kami tutup. Karena selama ini kita rutin turun untuk melakukan pembinaan,” ujarnya secara tegas.

Kasatpol PP bersama personil juga mengunjungi Planet Surf Jalan Bau Massepe Kota Parepare untuk mengingatkan penanggung jawab dalam penerapan protokol kesehatan jelang lebaran untuk menghindari terjadinya penumpukan pengunjung. 

Seperti yang diketahui Planet Surf Kota Parepare merupakan salah satu toko yang banyak diminati masyarakat, bukan hanya Kota Parepare tapi dari luar daerah bahkan provinsi. Terlebih jelang idul fitri, diskon besar-besaran menjadi faktor banyaknya pengunjung. 

Pihak manajer melakukan antisipasi untuk menghindari membludaknya pengunjung.

Alfian selaku manager Planet Surf mengatakan, “Kita buatkan jalur antri di depan toko maksimal 25 untuk orang, begitupun yang boleh masuk kita batasi”.

“Selain itu kita juga mewajibkan penggunaan masker, serta kita sediakan tempat cuci tangan, dan hand sanitizer, bahkan setiap hari kita rutin semprot disinfektan di dalam toko”, Ungkapnya.