PAREPARE, — Pemerintah Kota Parepare melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) menggelar Pelatihan Manajemen Kepegawaian Tahun Anggaran 2021.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Bugis Parepare, selama tiga hari, 24-26 Juni 2021 itu bertujuan meningkatkan kompetensi ASN menuju Smart ASN.

Kegiatan yang menerapkan protokol kesehatan ketat itu, dibuka resmi Kepala BKPSDMD Kota Parepare H Gustam Kasim mewakili Wali Kota Parepare Dr HM Taufan Pawe, sekaligus membacakan sambutan tertulis Wali Kota.

Narasumber dalam pelatihan ini di antaranya Irdian Nova Alexcandra, pejabat Pranata Komputer dari Direktorat Kinerja ASN BKN Pusat Jakarta, yang membawakan materi tentang Aplikasi E-Kinerja.

Kemudian Sekda Kota Parepare H Iwan Asaad yang membawakan materi tentang Peningkatan Kompetensi Berbasis ASN Menuju Smart ASN.

Serta Tim BKN Regional IV Makassar yakni Freedy dan Ali, Pejabat Asesor Kanreg IV BKN Makassar, membawakan materi tentang PP Nomor 30 Tahun 2019.

Dalam pemaparannya, Irdian Nova Alexcandra menjelaskan dan mempraktikkan langsung secara teknis cara penginputan pada aplikasi e-Kinerja BKN. Di dalamnya meliputi penginputan target dan realisasi tahunan, bulanan serta kegiatan harian. Termasuk cara persetujuan (approve) dari atasan yang kemudian secara otomatis hasil kinerja akan dihitung oleh sistem.

“Aplikasi e-Kinerja adalah hal yang sangat mudah dengan menitikberatkan pada hanya tiga tahapan yaitu, menyusun sasaran kerja pegawai tahunan, menyusun SKP bulanan, dan merealisasikan target tahunan/bulanan dengan melakukan penginputan pada aplikasi,” terang Irdian.

Sementara Sekda Iwan Asaad menekankan bahwa, SDM yang mempunyai kompetensi memiliki indikator di antaranya yang pertama integritas. “Integritas adalah kesesuaian antara apa yang diucapkan dengan apa yang dilakukan. Taro ada taro gau,” kata Iwan Asaad.

Kemudian yang kedua adalah nasionalisme. “Rasa bangga akan bangsa. Rela berkorban untuk kepentingan masyarakat,” ingat Iwan.

Ketiga, wawasan global. Yakni mengamati perkembangan dunia dan ilmu pengetahuan walaupun dengan tindakan lokal. Keempat penguasaan IT dan bahasa asing. Kelima, Hospitality atau mempunyai keramahan dalam melayani. Kemudian keenam, Networking atau mempunyai kemampuan membangun jaringan.

“Yang ketujuh adalah entrepreneurship. Mengadopsi konsep-konsep dari swasta yang lebih efesien dan efektif,” pesan Iwan.

Sebagai bahan referensi dalam buku Reinventing Government, Iwan menekankan, Pemerintahan yang baik adalah Pemerintahan yang kurang memerintah. “Kenapa kurang memerintah, karena banyak kegiatan dalam kaitan pencapaian kesejahteraan masyarakat tidak dilakukan oleh Pemerintah tapi telah dilakukan oleh masyarakat sehingga Pemerintah hanya sebagai supporting system,” tegas Iwan.

Tim BKN Regional IV Makassar pada sesi akhir kegiatan menyajikan dan mempraktikkan kepada peserta cara-cara membuat rencana dan target kinerja sesuai dengan PP 30 Tahun 2019.