MAKASSAR – Brand Kota Cinta yang disematkan untuk Parepare bukan hanya slogan semata. Pembangunan dari segala aspek menjadi wujud atau bukti nyata bahwa kota ini dibangun dengan sentuhan cinta oleh putra daerah yang lahir dan besar di kota dengan luas wilayah 99,33 km2 ini.

Adalah Taufan Pawe, Wali Kota Parepare ke-17 yang membangun kota kelahirannya karena cinta. Cinta kota kelahiran dan cinta yang terinspirasi dari kehidupan rumah tangga tokoh dunia, tokoh nasional, yang juga putra daerah Parepare, Presiden ke-3 RI, Prof BJ Habibie. 

Dalam ngobrol spesial yang ditayangkan secara live melalui kanal youtube Tribun Timur, Taufan Pawe mengulas filosofi cinta dalam tujuh tahun membangun Parepare. 

Pelayanan dan pemenuhan hak dasar masyarakatnya dilakukan dengan cinta, baik dalam aspek pendidikan, kesehatan, maupun kepariwisataan sebagai pilar terwujudnya visi dan misi Kota Industri Tanpa Cerobong Asap.

“Lagi-lagi semuanya karena cinta, karena cinta saya kepada rakyat saya dan cinta yang terinspirasi dari Bapak BJ Habibie yang kebetulan kami sama-sama merupakan putra yang lahir di Parepare,” ungkap Taufan Pawe dalam ngobrol spesial yang dipandu Ahmad Sudirman Kambie, Wakil Pimpinan Redaksi Tribun Timur. 

Saat ini, Taufan Pawe kembali menghadirkan ikon religius yang diproyeksi sebagai masjid termegah di Provinsi Sulawesi Selatan, Masjid Terapung BJ Habibie. Ikon religius tersebut juga merupakan bukti cinta TP kepada rakyat dan kepada Sang Khalik. 

“Lagi-lagi nama Pak Habibie, semuanya dikonsep dengan cinta. Cinta kepada rakyat saya dan cinta kepada Sang Pencipta. Saya ingin Parepare menjadi wajah terdepan di Sulsel dengan konsep cinta ini,” tutur Taufan yang juga Dewan Pengawas APEKSI ini dalam bincang santai yang berlangsung di kantor Harian Tribun Timur, Kota Makassar, Senin, (23/8/2021), malam.

Penanganan Covid-19 juga tak luput dari perbincangan itu. Menghadirkan Covid Centre sebagai ide brilian dalam penanganan Covid-19 jangka panjang membuat Wapimred Tribun Timur sebagai host acara itu kerap melontarkan kata “wow”. 

Meskipun baru ditayangkan secara streaming 45 menit yang lalu, bincang spesial seri ketiga ini telah ditonton beribu kali. (Hms/Propim)