Dinkes Parepare Gelar Lokakarya Kawasan Tanpa Asap Rokok

45

PAREPARE- Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan masyarakat Dinas Kesehatan Kota Parepare menggelar diskusi publik terkait implementasi perda nomor 9 tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Parepare.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Parepare, Rahmawati mengatakan bahwa KTR sangat penting sebagai salah satu upaya untuk menurunkan jumlah perokok yang dapat menyebabkan masalah kesehatan dan sosial.

“Sejak 2014 sudah ada perdanya, namun sampai saat ini Perda tersebut belum ditindaklanjuti dengan peraturan operasional pelaksanaannya dalam bentuk Peraturan Walikota,” ujar Rahmawati, senin (06/09/21).

Rahmawati menjelaskan, meski sudah melakukan sosialisasi dan pembentukan agen pelajar KTR serta pengawasan oleh Satpol PP, nyatanya masih banyak orang yang merokok dalam ruangan atau gedung.

“Menurut data ada sekitar 88,3 persen penduduk usia 10 tahun keatas yang masih merokok dalam ruangan. Hal itu menunjukkan bahwa tingginya tingkat ketidakpatuhan masyarakat terhadap undang-undang. Menurut studi hal itu terjadi dibeberapa tempat seperti tempat kerja, transportasi umum, dan kampus,” jelasnya.

Oleh karena itu, dalam proses mendukung program pemerintah di bidang pengendalian konsumsi rokok dan pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) lanjut dia, maka perlu melakukan “Lokakarya Kawasan Tanpa Asap Rokok” untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat maupun semua stakeholder tentang masalah rokok.

“Kita harus memikirkan lagi strategi atau langkah yang yang harus diambil agar pelaksanaan perda KTR ini dapat efektif diterapkan dimasyarakat,” lanjutnya. (Hms/Propim)