Terima Tim Verifikasi Nasional, Pemkot Parepare Terus Lakukan Terobosan Pertahankan Kota Sehat

22

PAREPARE — Pemerintah Kota Parepare resmi menerima Tim Verifikasi Nasional Penyelenggaraan Kota Sehat 2021. Tim diterima oleh Wakil Wali Kota Parepare H Pangerang Rahim atas nama Wali Kota Parepare Dr HM Taufan Pawe di Ruang Pola Kantor Wali Kota Parepare, Kamis, 30 September 2021.

Bersama Wakil Wali Kota, turut menerima, Sekda Parepare H Iwan Asaad, para Kepala SKPD, Camat, dan Lurah lingkup Pemkot Parepare.

Tim Verifikasi Nasional yang turun ke Parepare adalah Nevy Rinda Nugraini dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, selaku Ketua Tim, Carolina Rusdi Akib dan Rahmat Wibisono dari Kementerian Kesehatan, anggota tim.

“Selamat datang Tim Verifikasi Nasional Penyelenggaraan Kota Sehat di Kota Parepare. Kota tempat kelahiran Presiden ke-3 RI BJ Habibie, yang menjadi sumber inspirasi pembangunan di Parepare,” kata Wawali Pangerang Rahim di awal sambutannya.

Di hadapan Tim Verifikasi Nasional, Pangerang mengemukakan, Parepare yang sudah tiga kali berturut-turut mendapatkan penghargaan Kota Sehat kategori tertinggi, Swasti Saba Wistara, siap terus melakukan terobosan untuk mempertahankan predikat Kota Sehat tertinggi itu.

“Kami berkomitmen untuk mempertahankan Kota Sehat Swasti Saba Wistara. Berbagai upaya kami lakukan untuk tingkatkan derajat kualitas hidup masyarakat kami,” ungkap Pangerang.

Di antara upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat di Parepare adalah pembangunan bidang kesehatan melalui penataan sarana dan prasarana permukiman sehat.

Penataan kawasan transportasi dan tertib lalu lintas, kawasan industri dan perkantoran sehat, penataan kawasan pariwisata sehat, ketahanan pangan dan gizi, kehidupan sehat mandiri dan kehidupan sosial sehat.

“Penataan sarana dan prasarana permukiman melalui program Peduli Lorong dan Peduli Lingkungan. Penataan kawasan industri dan perkantoran dilakukan dengan pendekatan ramah lingkungan dan menggunakan teknologi Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL). Tidak ada pembangunan di Kota Parepare yang tidak ramah lingkungan,” terang Pangerang.

Penataan kawasan pariwisata sehat, kata Pangerang, yakni tempat-tempat wisata harus bersih dan indah karena hal itu menjadi daya tarik kunjungan. “Kami tidak berhenti berpikir agar pembangunan yang dilakukan tetap pada konsep kota sehat dengan pendekatan empiris serta pelibatan masyarakat,” tegas Pangerang.

Pemkot Parepare, kata Pangerang, juga terus mengkampanyekan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas). Tujuannya mengajak serta memotivasi agar masyarakat terlibat aktif sehingga memiliki kebiasaan dan perilaku hidup yang sehat.

“Hal ini diharapkan mampu mewujudkan budaya hidup sehat secara konsisten dalam mendukung tercapainya tujuan pembangunan kesehatan. Kami juga mengharapkan kepada Tim Verifikasi Penilaian Kota Sehat untuk dapat memberikan bimbingan dan arahan serta pembinaan kepada Kota Parepare, agar kekurangan-kekurangan yang ada dapat diperbaiki demi peningkatan kualitas penyelenggaraan kota sehat tersebut,” harap Pangerang.

Pangerang berharap dengan verifikasi ini, Parepare meraih nilai maksimal, sehingga kembali mendapatkan penghargaan Kota Sehat tertinggi untuk keempat kalinya berturut-turut. Parepare mendapatkan penghargaan Kota Sehat Swasti Saba Wistara masing-masing pada 2015, 2017, 2019.

Ketua Tim Verifikasi Nasional Penyelenggaraan Kota/Kabupaten Sehat, Nevy Rinda Nugraini menjelaskan, penyelenggaraan kota sehat bertujuan untuk menciptakan daerah yang bersih, nyaman, aman, dan layak huni bagi masyarakat.

“Ini sebagai upaya meningkatkan kesehatan masyarakat dengan terciptanya kualitas lingkungan, fisik, dan sosial sesuai dengan kebutuhan wilayah. Program Kabupaten Kota Sehat (KKS) ini dilaksanakan setiap dua tahun sekali,” ujar Nevy.

Nevy mengingatkan, penyelenggaraan kota sehat memiliki peran dalam pembangunan daerah, dengan melihat potensi dan permasalahan agar dapat ditemukan arah, sasaran, tujuan, dan hal lainnya.

“Untuk tahun ini ada tujuh tatanan yang jadi indikator penilaian, termasuk penanganan Covid-19. Di Parepare, Lokus verifikasi di antaranya Hutan Kota, SMPN 2, SDN 28, TK Kartika. Kita juga akan lakukan pengecekan di beberapa tempat, termasuk tempat wisata, apakah kunjungan ada peningkatan atau tidak,” tandas Nevy. (Hms/Propim)