Visitasi Bersama DPK-Tenaga Ahli-Kemenag Pastikan Madrasah di Parepare Siap PTM Terbatas

21

PAREPARE — Selesai melakukan visitasi dan assessment untuk pendidikan dasar, SD dan SMP, Dewan Pendidikan Kota (DPK) Parepare, Tenaga Ahli Pendidikan Parepare kini turun bersama Tim Visitasi Kemenag Parepare.

Sasarannya adalah madrasah-madrasah di Parepare, untuk dipastikan kesiapannya dalam melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di masa pandemi Covid-19.

Kunjungan di antaranya di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Parepare, serta komplek boarding school Pondok Pesantren DDI Lilbanat Ujung Lare, yang di dalamnya terdapat Madrasah Aliyah (MA), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Ibtidaiyah (MI), Kamis, 30 September 2021.

Dari hasil kunjungan itu, Ketua DPK Parepare Dr Muh Nashir, Tenaga Ahli Pendidikan Parepare M Nur Azis, dan Ketua Tim Visitasi Kemenag Parepare Dr Syaiful Mahsan meyakinkan MAN 2 dan Ponpes DDI Lilbanat siap untuk PTM terbatas.

Syaiful Mahsan yang juga Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Parepare mengemukakan, PTM terbatas di madrasah mengacu pada SKB empat Menteri dan SE Dirjen Pendis Kemenag RI.

“Di madrasah itu semua terintegrasi pada aplikasi e-Mis, yang sama dengan Dapodik di sekolah umum. Jadi madrasah harus mengisi isian yang terintegrasi di e-Mis tentang kesiapan madrasah, kesiapan pendidik dan tenaga kependidikan, serta kesiapan siswa, termasuk orang tua siswa untuk mengikuti PTM terbatas,” ungkap Syaiful.

Setelah mengisi e-Mis, madrasah akan terekomendasi pada tiga yakni siap PTM terbatas, siap PTM terbatas dengan catatan, dan tidak siap PTM terbatas.

Di Parepare, kata Syaiful, dari 45 madrasah dan RA yang menyatakan siap PTM terbatas, sudah ada 17 yang divisitasi termasuk MAN 2 dan DDI Lilbanat.

“Makanya kami mengajak DPK, Tim Satgas Covid-19 Parepare untuk sama-sama turun melihat ke lokasi. Karena setelah selesai visitasi ini, Kantor Kemenag Parepare akan terbitkan rekomendasi bagi madrasah untuk mendapatkan izin PTM terbatas. Tapi tidak sampai di situ, tetap kami tunggu izin dari Tim Covid-19 Parepare untuk dimulainya PTM terbatas,” terang Syaiful.

Mantan Kepala MAN 1 Parepare ini berharap, sesuai saran dari Kanwil Kemenag Sulsel agar PTM terbatas bagi madrasah yang sudah memenuhi syarat bisa dimulai pada Senin, 4 Oktober 2021. Namun tetap harus ada koordinasi dan izin resmi dari Satgas Covid-19 Parepare.

Sementara Kepala MAN 2 Parepare, Martina menyatakan siap melaksanakan PTM terbatas. MAN 2, kata dia, sudah berkoordinasi dengan Puskesmas Lumpue dan sudah menyiapkan SOP termasuk membentuk Tim Satgas Covid-19 internal untuk pelaksanaan PTM terbatas. Tim Satgas ini terbagi, ada tim kesehatan, tim keamanan, dan tim humas.

“Sarana sesuai dengan protokol kesehatan juga kami sudah siapkan, termasuk untuk area umum. Ruang belajar sudah kami kondisikan mengikuti protokol kesehatan dengan memasangi sekat, dan lain-lain. Jelasnya MAN 2 siap untuk PTM terbatas,” kata Martina.

Kepala MTs DDI Lilbanat Abdul Latif, Kepala MA DDI Lilbanat Herpina, dan Kepala MI DDI Lilbanat Mustamir juga menyatakan kesiapan PTM terbatas.

Abdul Latif mengemukakan, siswa di Ponpes DDI Lilbanat ada 400 orang dari MTs dan MA yang bermukim atau diasramakan, serta 186 siswa MI yang tidak bermukim.

Menurut Latif, siswa sebenarnya sudah masuk asrama. Hanya saja sebelum masuk semua siswa harus melakukan swab antigen dan dinyatakan non reaktif atau negatif.

Selama di pondok, semua siswa harus mengikuti SOP sesuai protokol kesehatan. Seperti memakai masker di dalam lingkungan sekolah termasuk masjid, menjaga jarak, mencuci tangan, serta kapasitas ruangan kelas hanya diisi 50 persen dari jumlah siswa. Di dalam kelas pun dilakukan penyekatan mengikuti protokol kesehatan.

“Kunjungan orang tua siswa selama pandemi ditiadakan. Hanya dibolehkan menitip saja di pos jaga, jika ada barang bawaan untuk anaknya. Tapi semua guru dan siswa sudah divaksin, jadi kami merencanakan membuka kunjungan orang tua secara terbatas, dan tetap mengikuti protokol kesehatan,” kata Latif.

Ketua DPK Parepare Muh Nashir mengaku, dari hasil kunjungan di beberapa madrasah terlihat bahwa semua SOP PTM terbatas dari Kemenag termasuk protokol kesehatan sudah terpenuhi.

Karena itu, dia berharap PTM terbatas bagi madrasah juga sudah dimulai pada Senin, 4 Oktober 2021.

“Tapi catatan penting bagi PTM terbatas ini segera diputuskan kapan tes swab antigen acak, supaya dapat dipastikan penularan terjadi atau tidak,” ingat Nashir.

Akademisi Universitas Muhammadiyah Parepare ini menekankan, madrasah di bawah naungan Kemenag dan Dinas Pendidikan Parepare tetap melakukan koordinasi yang baik. Sehingga jika ditemukan ada satu atau dua kasus Covid-19 dapat ditangani dengan baik.

“Jadi dalam satu minggu nanti PTM terbatas berjalan, harus ada evaluasi. Dan nantinya kami akan memberikan catatan untuk menjadi bahan evaluasi,” tandas Nashir. (Hms/Propim)