Sarat Inovasi Jadi Nilai Tambah Parepare di Verifikasi Nasional Kota Sehat

58

PAREPARE — Tim Verifikasi Nasional Penyelenggaraan Kota Sehat 2021 selesai melakukan verifikasi lapangan di Kota Parepare, Jumat, 1 Oktober 2021.

Selama tiga hari verifikasi, mulai Rabu, 29 September 2021, tim memberikan penilaian sekaligus catatan-catatan bagi tujuh tatanan indikator Kota Sehat Parepare.

Secara umum, Ketua Tim Verifikasi Nasional Nevy Rinda Nugraini banyak memberikan catatan positif terhadap penyelenggaraan Kota Sehat Parepare, terutama berbagai inovasi yang menjadi nilai tambah.

Inovasi yang dinilainya positif di antaranya Callnak Centre. Callnak Centre merupakan pelayanan aduan dan respons cepat Peternakan dan Kesehatan Hewan terpadu di Parepare. Callnak masuk dalam indikator Ketahanan Pangan dan Gizi.

Kemudian wisata pesisir Sungai Karajae di Kawasan Tonrangeng River Side. Ini masuk dalam indikator Kawasan Pariwisata Sehat. Kebun Raya Jompie, hutan kota alami Parepare, yang dinilai Nevy, tidak kalah dengan Kebun Raya Bogor. Kebun Raya Jompie masuk dalam tatanan Pariwisata Sehat dan Sarana Prasarana Umum Sehat.

Yang juga diapresiasi Nevy adalah Sekolah Adiwiyata SMPN 2 Parepare. Nevy menilai sangat positif sistem pengelolaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), Bank Sampah, dan penerapan protokol kesehatan di SMPN 2 Parepare.

Namun demikian, Nevy juga memberikan beberapa catatan yang mesti menjadi perhatian seperti dokumen administrasi dan lainnya.

“Secara umum sudah bagus. Inovasi-inovasi yang dilakukan Parepare untuk penyelenggaraan Kota Sehat sudah baik. Doakan agar Parepare mendapatkan Wistara (penghargaan Kota Sehat tertinggi) keempat kalinya,” kata Nevy yang berasal dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

Selain Nevy, anggota Tim Verifikasi Nasional lainnya adalah dr Carolina Rusdi Akib dan Rahmat Wibisono. Keduanya dari Kementerian Kesehatan RI. Keduanya juga merespons positif inovasi Parepare dalam penyelenggaraan Kota Sehat.

Harapan sama diungkap Ketua Forum Lintas Kabupaten Kota Sehat Provinsi Sulsel, Muslim Rasyid. Dia menilai Provinsi Sulsel dan Parepare sejalan dalam penyelenggaraan Kota Sehat. Jika Parepare berpeluang meraih Wistara keempat, maka Sulsel pun berpeluang sama. “Parepare saya nilai berpeluang mendapatkan Wistara keempat, Sulsel pun demikian,” ujar Muslim.

Sulsel, kata Muslim, adalah Provinsi terbanyak di Indonesia yang memiliki Kabupaten Kota Sehat yakni 14 daerah. Bahkan ada Provinsi di Indonesia yang hanya memiliki satu Kabupaten Kota Sehat.

Ketua Tim Pembina Kota Sehat Parepare yang juga Kepala Bappeda Parepare Samsuddin Taha optimis Parepare meraih Swasti Saba Wistara atau penghargaan Kota Sehat tertinggi keempat kalinya berturut-turut. “Alhamdulillah Tim Verifikasi puas dengan Lokus yang ada. Hampir semua Lokus sarat akan inovasi yang nerupakan nilai tambah dalam verifikasi ini,” ungkap Samsuddin.

Ketua Forum Kota Sehat Parepare, H Minhajuddin Ahmad juga berpendapat sama. “Selama kami mendampingi Tim Verifikasi banyak penilaian positif terhadap Lokus-lokus yang ada. In Syaa Allah, Parepare akan mendapatkan Wistara keempat,” tandas Ketua Dewan Pengawas RSUD Andi Makkasau Parepare ini. (Hms/Propim)