Terpesona RS dr Hasri Ainun Habibie, Ketua PWI Pusat: Itu Hotel Atau Rumah Sakit

29

PAREPARE — Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Atal Sembiring Depari kembali singgah di Kota Parepare, usai mengikuti agenda kegiatan di Kabupaten Wajo, Kamis, 7 Oktober 2021.

Kali ini, Atal bersama Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat Zulkifli Gani Ottoh dan beberapa pengurus PWI Provinsi Sulsel, disambut dan dijamu oleh Plt Kepala Dinas Kominfo Parepare Amarun Agung Hamka di Kafe Teras Empang Parepare.

Di Kafe Teras Empang, meja yang ditempati Atal berhadapan langsung dengan Sungai Karajae. Atal berguman pemandangan sangat indah. Mata Atal lalu tertuju pada sebuah bangunan megah tepat berada di sisi muara Sungai Karajae. “Itu bangunan apa ya? Megah sekali,” tanya Atal.

Hamka, sapaan akrab Plt Kadis Kominfo menjawab, itu adalah Rumah Sakit dr Hasri Ainun Habibie (HAH). “Wah ini ya Rumah Sakit Hasri Ainun Habibie. Megah sekali. Itu rumah sakit atau hotel. Hebat memang Parepare ini,” puji Atal.

Atal kembali memuji visi dan misi Wali Kota Parepare Dr HM Taufan Pawe menghadirkan Kota Industri Tanpa Cerobong Asap. Atal meyakinkan industri kesehatan seperti menghadirkan rumah sakit representatif sangat prospektif.

RS dr Hasri Ainun Habibie adalah rumah sakit regional pertama di Sulsel, yang berada di luar ibukota Provinsi, Makassar. Pembangunan RS ini dari bantuan keuangan Pemprov Sulsel senilai Rp75 miliar.

Wali Kota Parepare Taufan Pawe menjemput bola dengan meyakinkan Pemprov tentang kesiapan pembangunan RS dr HAH, sekaligus menjadikan Parepare yang pertama kali merealisasikan salah satu program unggulan prioritas Pemprov Sulsel menghadirkan RS regional di luar Makassar.

Jadilah RS dr HAH berlantai tujuh yang megah, dan diresmikan langsung oleh Gubernur Sulsel (non aktif) Prof HM Nurdin Abdullah pada peringatan HUT ke-60 Parepare, Maret 2020.

Gubernur saat itu mengharapkan kehadiran RS dr HAH menjadikan Parepare sebagai sentral pelayanan kesehatan setelah Makassar. Apalagi saat ini, beberapa rumah sakit di Makassar sudah antre oleh pasien.

Harapan Gubernur gayung bersambut dengan keinginan Wali Kota Taufan Pawe, agar Parepare tidak hanya jadi rujukan pelayanan kesehatan 14 daerah di utara Sulsel, tapi juga daerah di timur Sulsel, dan Sulawesi Barat (Sulbar).

Itu diperkuat dengan daya tarik RS dr HAH yang berkonsep medical tourism atau wisata berobat. Ikonik pariwisata dihadirkan sebagai pendukung RS dr HAH di antaranya Jembatan Tonrangeng River Side (TRS) dan fasilitas lainnya.

Kini, RS dr HAH sebentar lagi bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, setelah melalui tahapan proses visitasi dan kredensial. RS dr HAH saat ini melayanani rawat inap bagi pasien umum dan non BPJS Kesehatan.

RS dr HAH memiliki fasilitas peralatan sesuai standar dengan ruang perawatan kelas III, kelas II, kelas I, VIP, dan VVIP serta Suite Room dengan jumlah 200 tempat tidur.

“Sejak diresmikan pada bulan Maret (2020), saya menyaksikan (RS dr HAH) banyak dikunjungi oleh masyarakat. Ada yang jogging, bersepeda, atau hanya sekadar berfoto bersama keluarga. Hal ini sejalan dengan konsep medical tourism yang diusung,” kata Taufan Pawe, beberapa waktu lalu. (Hms/Propim)