Tudang Sipulung Laongruma, Wali Kota Bangga Kearifan Lokal Terjaga di Parepare

34

PAREPARE — Tradisi jelang memasuki musim tanam, Pemerintah Kota Parepare melalui Dinas Pertanian, Kelautan, dan Perikanan (PKP) bersama Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) kembali menggelar Tudang Sipulung “Laongruma”.

Wali Kota Parepare, Dr HM Taufan Pawe hadir langsung dalam Tudang Sipulung ini. Ikut hadir Ketua DPRD Parepare Hj Andi Nurhatina Tipu, Kepala Dinas PKP Parepare Wildana, Ketua KTNA Sulsel yang diwakili oleh Sekretaris KTNA Sulsel, beberapa Kepala SKPD Parepare, kelompok tani dan nelayan di Parepare. Tudang Sipulung berlangsung di Rumah Kembar, Jalan Jenderal M Yusuf, Kelurahan Watang Bacukiki, Kecamatan Bacukiki, Parepare, Kamis, 7 Oktober 2021.

Wali Kota Parepare Taufan Pawe mengemukakan, Tudang Sipulung ini merupakan komitmen Pemkot Parepare bersama rakyatnya dalam hal ini kelompok tani untuk berkumpul bermusyawarah dalam konsep Tudang Sipulung.

“Tudang Sipulung itu adalah kearifan lokal harus dijaga dan dilestarikan. Saya senang dan bangga bahkan bersyukur masih ada pribadi-pribadi yang tidak diragukan walaupun dia seorang petani melahirkan komitmen bermusyawarah, bersama-sama menetapkan kapan waktunya untuk memulai bercocok tanam dan menuai hasil. Jadi Pemkot hadir pada kesempatan ini dan DPRD ingin sekali mengawal, menjaga kearifan lokal ini,” ungkap Taufan Pawe (TP).

Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel ini berharap agar ke depan, kegiatan seperti ini tetap terjaga. “Kita tahu sendiri kondisi pandemi saat ini sehingga kita tetap harus menjaga protokol kesehatan,” pesan Taufan.

Tudang Sipulung dalam mendiskusikan waktu tepat bercocok tanam atau yang lebih akrab disebut ‘Laongruma’ ini merupakan kearifan lokal untuk mencari keberkahan di setiap kegiatan bercocok tanam bagi masyarakat petani. Para petani berharap tanaman mereka dapat berhasil. “Makanya kearifan lokal ini penting atau disebut akkatenniatta’ untuk asennung-sennungeng,” ujar Taufan dengan dialek bahasa Bugis.

Sementara, Sekretaris KTNA Sulsel Ali Banci mengungkapkan, sesuai hasil musyawarah antara KTNA dan masyarakat petani, tradisi ‘Mappalili’ akan dilaksanakan pada 13 Oktober 2021. Sedangkan, tanam benih langsung (tabela) untuk Kelurahan Lompoe, Kecamatan Bacukiki dilakukan pada 14 November 2021. “Untuk Kecamatan Bacukiki dilaksanakan Sabtu 20 November. Dan rencana panen lanjutnya dilaksanakan antara tanggal 26 dan 27 Februari 2022,” tandasnya. (*)