Hadiri ISCFE dan Rakernis APEKSI, Taufan Pawe: Parepare Terdepan Terapkan Smart City

26

YOGYAKARTA — Wali Kota Parepare, Dr HM Taufan Pawe bersama para Wali Kota se-Indonesia menghadiri event Indo Smart City Forum & Expo (ISCFE) 2021 yang dirangkai dengan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI).

Selain para Wali Kota, turut hadir Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Gerard Plate, Gubernur DIY Sri Sultan HB X, dan pejabat lainnya.

Event dan Rakernis berlangsung di Ballroom Forum The Rich Jogja Hotel, Yogyakarta, 13-15 Oktober 2021. Kegiatan dibuka resmi Ketua APEKSI Bima Arya Sugiarto yang merupakan Wali Kota Bogor.

Kegiatan terdiri dari forum, rapat kerja teknis, dan ekspo. Rakernis APEKSI mengusung tema Mewujudkan Ekosistem Smart City yang Berkelanjutan dalam Menghadapi Pandemi. Dilanjutkan dengan menyusun rekomendasi Rakernis. Kemudian pameran Indo Smart City Expo 2021. Serta forum-forum seminar, yang terdiri dari forum 1 tentang Kesiapan Ekosistem Smart City di Indonesia, forum 2 tentang Smart City Sebagai Solusi dalam Menghadapi Pandemi, dan forum 3, Smart City: Ekonomi, Lingkungan dan Pariwisata.

Tema sentral Smart City atau Kota Cerdas dalam forum ini, Wali Kota Parepare Taufan Pawe mengemukakan, Parepare terdepan dalam menerapkan Smart City.

Pemkot Parepare, kata Taufan Pawe, telah mengimplementasikan Smart City di berbagai bidang. Di antaranya bidang ekonomi. Itu dengan menguatkan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian. Kemudian Pemkot Parepare telah menjalin kerja sama dengan Universitas Hasanuddin dalam mengembangkan aplikasi e-UMKM. “Dengan aplikasi ini diharapkan dapat mempermudah pelaku UMKM dalam memasarkan produknya,” ungkap Taufan Pawe (TP).

Bahkan keberhasilan Parepare dalam mengembangkan UMKM ini telah mendapatkan penghargaan dari Fajar Institut Pro Otonomi (FIPO).

Kemudian implementasi di bidang sosial. Smart City di bidang sosial ini lebih banyak dikembangkan untuk layanan pendidikan dan kesehatan.

Selain itu, implementasi di bidang lingkungan hidup untuk menciptakan Parepare kota bersih, sehat, dan ramah lingkungan. Penerapan Smart City untuk E-Government, di antaranya Pemkot Parepare telah mengaplikasikan layanan Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah (SIPKD) yang sekarang berubah menjadi SIPD. Kemudian Simbada, layanan PBB online, persuratan online, serta pengarsipan online. “Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi merupakan faktor pendukung dalam menerapkan Smart City,” kata Wali Kota bergelar doktor ilmu hukum ini.

Penerapan Smart City juga telah membuat Pemkot Parepare melahirkan banyak inovasi. Inovasi-inovasi ini tersebar di beberapa SKPD lingkup Pemkot Parepare.

“Bahkan ada satu inovasi kami dari Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan, Berdaya Srikandi Oleh Srikandi, yang memberdayakan perempuan pesisir, tidak hanya diakui sebagai salah satu inovasi terbaik nasional dalam Top 45 Inovasi Indonesia, tapi juga lolos mewakili Indonesia ke kompetisi inovasi tingkat dunia,” tandas Taufan Pawe yang juga Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel. (Hms/Propim)