Tembus 10 Besar Inovasi Terbaik se-Parepare, DLH Manfaatkan Sampah Jadi Bernilai Ekonomis dan Produktif

19

PAREPARE — Lomba Inovasi Daerah 2021 yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare kini mengerucut pada 10 inovasi terbaik.

Dari 10 inovasi itu, satu di antaranya milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Parepare. DLH Parepare mengusung inovasi Slogan 3R atau Sampah Olah dengan Reuse, Reduce dan Recycle atau pemanfaatan sampah organik sisa-sisa sayur-sayuran dan buah-buahan para pedagang/penjual di Pasar Rakyat Lakessi Parepare menjadi pupuk kompos.

Kepala DLH Parepare, Budi Rusdi mengatakan, TPS3R ini berbasis kawasan, untuk mengatasi masalah sampah khususnya di wilayah Pasar Rakyat Lakessi.

“Kita mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos. Untuk sampah non organik, yakni plastik, diolah menjadi paving blok dan pot bunga,” ungkap Budi.

Dalam prosesnya, TPS3R mengambil sampah organik dari Pasar Lakessi. Sementara sampah sayuran diambil oleh petugas kebersihan dan dikumpulkan di TPS3R untuk diolah.

Sampah ini kemudian diolah menjadi pupuk organik yang bisa diambil secara gratis oleh warga yang membutuhkan. Selain itu, pupuk ini juga digunakan untuk keperluan taman-taman kota. “Sampah diambil dari Kelurahan karena di sana ada Bank Sampah” kata Budi.

Dari Bank Sampah di Kelurahan itu, petugas TPS3R akan menjemputnya. Bank Sampah Kelurahan dibeli dengan harga Rp5000 per kg.

Hasil daur ulang plastik ini akan digunakan untuk keperluan taman-taman kota.

Budi berharap inovasi daur ulang sampah ini dapat mengurangi persoalan terkait sampah di Parepare. Dan menjadikan sampah itu bernilai ekonomis dan produktif.

“Dengan adanya inovasi seperti ini, sedikit demi sedikit diharapkan dapat mengurangi sampah plastik di Kota Parepare,” harap Budi. (Hms/Propim)