Dibuka 15 November, Kejuaraan Tinju Amatir Pra Porprov Sulsel Piala Wali Kota Parepare Bakal Seru, 172 Petinju Siap Tanding

21

PAREPARE — Kota Parepare kembali menjadi perhatian di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Itu karena Parepare menjadi tuan rumah event region kejuaraan tinju amatir babak kualifikasi atau Pra Porprov Sulsel 2021.

Tidak tanggung-tanggung 172 petinju dari 17 Kabupaten Kota se-Sulawesi Selatan (Sulsel) yang akan bertarung pada kejuaraan memperebutkan Piala Wali Kota Parepare ini. Jadi tidak hanya menciptakan sejarah, tapi sekaligus rekor jumlah peserta petinju terbanyak untuk event regional.

Kejuaraan tinju amatir ini akan dibuka langsung Wali Kota Parepare, Dr HM Taufan Pawe pada Senin, 15 November 2021. Kejuaraan akan berlangsung hingga 19 November 2021. Semua pertandingan akan dipusatkan di Gedung Olahraga (GOR) Lompoe, Kecamatan Bacukiki, Parepare. Sebelumnya GOR Lompoe juga menjadi tempat pelaksanaan kejuaraan tenis meja Pra Porprov Sulsel 2021.

Ketua Pengurus Kota Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pengkot Pertina) Parepare, Fadly Agus Mante mengatakan, panitia pelaksanan sudah sangat siap menggelar kejuaraan ini.

Di kejuaraan ini ada 21 kelas yang akan dipertandingkan. Masing-masing sembilan kelas putri dengan jumlah atlet 56 orang dan 12 kelas putra dengan 116 petinju.

‘’Persiapan Panpel sudah sangat matang. Sebagian besar peserta, wasit hakim dan perangkat pertandingan lainnya sudah berada di Parepare,” ungkap pria yang akrab disapa Awieng ini saat ditemui di GOR Lompoe, Sabtu, 13 November 2021.

Sebelum pelaksanaan pertandingan dimulai panitia bersama Technical Delegate dari Pengurus Provinsi Pertina Sulsel akan melaksanakan technical meeting sekaligus drawing untuk menentukan jadwal pertandingan.

‘’Pada tahapan ini akan dibahas seluruh regulasi dengan tetap mengacu pada aturan Association Internationale de Boxe Amateur (AIBA) badan tinju yang menaungi tinju amatir sedunia,” jelas Awieng.

Kejuaraan tinju amatir di Parepare terakhir kali dilaksanakan 1985. Sejak diamanahkan menjadi Ketua Pengkot Pertina di kota kelahiran Presiden ke-3 RI BJ Habibie ini, Awieng bertekad kembali menggairahkan pembinaan olahraga yang satu ini setelah vakum selama 36 tahun.

‘’Sudah lama kejuaraan tinju di Parepare tidak dilaksanakan. Tapi, setiap ada kejuaraan, Pertina Parepare tetap mengikutkan petinjunya. Itu karena pembinaan tetap berjalan. Apalagi Wali Kota Parepare sangat mendukung kemajuan olahraga di daerahnya,” ungkap Ketua Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC PP) Parepare ini.

Bagi Awieng, ditunjuknya Parepare menjadi tuan rumah Pra Porprov cabang olahraga tinju merupakan sebuah kehormatan.

‘’Ini kehormatan bagi masyarakat Kota Parepare yang telah diberi kepercayaan menjadi tuan rumah. Saya mengajak kepada seluruh masyarakat untuk mendukung terselenggaranya kejuaraan ini,” harap Awieng.

Ketua Pengprov Pertina Sulsel Adi Rasyid Ali mengemukakan, kali ini atlet yang bisa berlaga maksimal kelahiran tahun 1999. Selain itu, dia juga mengaku Parepare ditunjuk menjadi tuan rumah karena daerah ini dianggap sangat siap.

‘’Parepare sangat siap segala-galanya. Juga siap dari segi pendanaan. Apalagi KONI Sulsel sama sekali tak memberi bantuan. Karena konon kabarnya mereka tak punya anggaran untuk membiayai Pra Porprov,” beber ARA, sapaannya.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Parepare, Amarun Agung Hamka mengaku salut akan perkembangan olahraga tinju di Sulsel.

Hamka, sapaannya, berkaca pada jumlah peserta Pra Porda 2017 lalu di Makassar. Saat itu pesertanya hanya 148 petinju.

‘’Sekarang jumlahnya jauh lebih banyak. Ini berarti Cabor tinju di Sulsel, khususnya di Parepare cukup digemari oleh anak-anak muda,” kata Hamka.

Dia berharap dari kejuaraan ini akan lahir talenta-talenta baru yang akan menjadi petinju andalan Sulsel di kancah nasional maupun internasional. ‘’Harapan masyarakat akan lahir petinju muda berbakat dari Parepare untuk Sulsel,” tandas Hamka. (Hms/Propim)