Tahun Pemulihan Ekonomi Berkelanjutan, Pemkot Parepare Komitmen Dukung Pengembangan UMKM

69

PAREPARE — Tahun Pemulihan Ekonomi Berkelanjutan yang dicanangkan Wali Kota Parepare, Dr HM Taufan Pawe pada awal 2022, ikut menguatkan komitmen Pemkot Parepare dalam mendukung pengembangan UMKM.

Terbukti, pada 2021 Pemerintah Kota Parepare telah menganggarkan dana senilai Rp4 miliar untuk membantu para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), dan akan berlanjut pada 2022.

Bantuan UMKM secara bertahap itu berupa sarana dan prasarana. Kepedulian itu dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Parepare di tengah pandemi Covid-19.

Walikota Taufan Pawe menekankan, pemberian bantuan sebagai bentuk kepedulian pemerintahannya dalam mengembangkan dan memberdayakan usaha mikro di Parepare.

“Kita harapkan dengan bantuan tersebut dapat memberikan kontribusi nyata pada pertumbuhan ekonomi daerah, serta mempercepat pemerataan pembangunan di Parepare. Karena 2022 ini kita canangkan sebagai Tahun Pemulihan Ekonomi Berkelanjutan,” ungkap Walikota berlatar belakang profesional hukum ini.

Wakil Walikota Parepare H Pangerang Rahim juga ikut mendukung perbankan untuk memberdayakan UMKM.

Pangerang Rahim mengemukakan, perbankan sebagai mitra pemerintah telah berkontribusi bagi perekonomian masyarakat khususnya di Parepare.

“Kita apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Bank BRI Cabang Parepare yang selama ini ikut berperan dalam membangun dan memajukan Kota Parepare, khususnya pada sektor perbankan. BRI mampu memberikan yang terbaik kepada masyarakat,” kata Pangerang.

Menurut Pangerang, BRI merupakan satu satunya commercial bank di Indonesia yang paling siap dalam melayani pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui jaringan kerjanya yang tersebar di seluruh pelosok tanah air.

“Hal itu sangat membantu pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya. Melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) ini dapat mengakselerasi pengembangan kegiatan perekonomian di sektor riil dalam rangka penanggulangan dan pengentasan kemiskinan serta perluasan kesempatan kerja,” tandas Pangerang. (hms/propim)