Pelajar di Parepare Lemah Bukan Karena Vaksin, Dokter Ahli Sebut Ada Gangguan Saraf

267

PAREPARE — Dokter ahli saraf RSUD Andi Makkasau Kota Parepare, dr M Yusuf memastikan penyebab pelajar Muhammad Sahar (15) di Parepare, lemah bukan karena vaksin Covid-19. dr Yusuf menyebut Sahar mengalami gangguan saraf.


“Setelah diperiksa, ada gangguan rangsangan saraf tulang punggung nomor 4 sehingga tungkai tidak maksimal bergerak,” ungkap Yusuf di RSUD Andi Makkasau, Rabu, 19 Januari 2021.

Yusuf mengemukakan, reaksi vaksin dari bagian saraf adalah bisa berupa kemungkinan timbulnya kelemahan yang progresif memberat seluruh tubuh seperti penyakit gulllain barre syndrome yang terjadi 2-3 minggu setelah suntikan vaksin.

Namun Yusuf menekankan, gangguan saraf yang dialami Sahar bukan efek vaksinasi. “Saya kira ini bukan efek langsung dari vaksin,” tegas Yusuf.

Dia menjelaskan, Sahar masuk kondisi lemah pada kedua kakinya dan nyeri di punggung. Gejala ini disebut bukan efek vaksinasi yang dijalani Sahar pada 21 Desember 2021.

“Riwayat vaksin bulan Desember tidak berefek ke penyakit ini anak. Kemungkinan karena ada kelemahan kedua tungkai yang standarnya itu 5 tapi sekarang ini kelemahannya (hanya) 4 yang berfungsi normal,” jelas Yusuf.

Yusuf membeberkan kemungkinan nyeri tulang nomor 4 yang dialami pasien karena terjadi penyempitan saraf. Penyempitan ini diduga Yusuf karena aktivitas olahraga bulu tangkis yang dilakukan Sahar.

“Kemungkinan ini akibat melaksanakan aktivitas bulu tangkis. Kemungkinan nyeri tulang nomor 4 bisa diakibatkan posisi yang salah, benturan, trauma, dan olahraga yang salah,” ungkapnya.

Yusuf membeberkan efek vaksin yang sering timbul di bagian saraf biasanya kelumpuhan bersifat progresif 2-3 minggu setelah penyuntikan.

“Kelumpuhan bersifat progresif dari bawah ke atas jadi menyeluruh. Ini kelemahannya cuma tungkai bawah, tungkai atasnya bagus, normal,” paparnya.

Yusuf menambahkan, meskipun dipastikan kelumpuhannya bukan efek vaksin, dia tetap akan melakukan beberapa tindakan medis untuk menyembuhkan pasien.

“Nanti kita akan melakukan pemeriksaan foto rontgen, kalau perlu kita lakukan pemeriksaan saraf tepi. Apabila belum jelas kita lakukan MRI. Doakan semoga penyempitan tidak terlalu banyak bisa pulih dengan fisioterapi,” harap Yusuf.

Sahar terbaring lemah karena kakinya lemas dan sulit digerakkan. Dia merupakan pelajar SMP, warga Jalan Menara, Kelurahan Watang Soreang, Kecamatan Soreang, Parepare. Dia sempat disuntik vaksin Covid-19 tahap kedua di sekolahnya pada 21 Desember 2021.

Mendapat informasi tentang kondisi Sahar, Tim Satgas Covid-19 Parepare bergerak cepat menjemput di rumahnya, dan membawanya ke RSUD Andi Makkasau.

Kapolres Parepare AKBP Welly Abdillah, Kepala Dinas Kesehatan Parepare Rahmawaty Natsier dan jajaran memantau langsung langsung kondisi Sahar di rumah sakit.

Direktur RSUD Andi Makkasau dr Hj Renny Anggraeny Sari bahkan memimpin langsung jajarannya seperti Wakil Direktur Bidang Pelayanan dr Ibrahim Kasim, Wakil Direktur Bidang Administrasi dan Keuangan drg Andi Cenrara memantau intens kondisi Sahar. (hms/propim)