Pemkot Parepare Turun Pastikan Harga Minyak Goreng Rp14 Ribu/Liter, Ingatkan Ritel Antisipasi Aksi Borongan

96

PAREPARE — Pemerintah Kota Parepare melalui Dinas Perdagangan (Disdag), turun memastikan pemberian subsidi komoditas minyak goreng kepada masyarakat sudah berjalan.

Pemberian subsidi minyak goreng tersebut berasal dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) yang bekerjasama Pemerintah Pusat.

Kepala Dinas Perdagangan Parepare, Prasetyo Catur K mengatakan, telah meminta jajarannya untuk turun memantau pelaksanaan kebijakan pemerintah tersebut.

“Saya sampaikan ke Bidang Perdagangan untuk turun memantau hasil kesepakatan Pemerintah dengan Asosiasi Sawit. Ternyata benar, harga di pasaran sudah Rp14 ribu per liter. Alhamdulillah sudah turun,” ungkap Prasetyo Catur, Rabu, 19 Januari 2022.

Prasetyo mengemukakan, bahwa Pemerintah telah menyediakan dana senilai Rp7,6 triliun selama 6 bulan ke depan, dan menetapkan harga minyak goreng di tingkat konsumen Rp14.000 per liter.

“Jadi subsidi Pemerintah itu sebesar Rp7,6 triliun per 6 bulan. Semua minyak goreng yang beredar di Indonesia disubsidi oleh BPDP-KS kerja sama dengan Pemerintah mulai 19 Januari sampai 6 bulan ke depan. Itu untuk semua kemasan, baik 1 liter, 2 liter, 5 liter, dan 25 liter,” terang Prasetyo.

Prasetyo berharap, subsidi Pemerintah ini bisa memberikan nilai tambah kepada masyarakat dalam hal pemulihan ekonomi berkelanjutan khususnya di Parepare.

“Masyarakat diharapkan pula untuk tidak memborong. Mungkin ada kebijakan dari ritel untuk membatasi jumlah pembelian,” harap Prasetyo.

Di Pusat, Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi telah menetapkan kebijakan minyak goreng satu harga, yakni Rp14 ribu per liter. Kebijakan itu diberlakukan mulai Rabu, 19 Januari 2022.

“Melalui kebijakan ini, diharapkan masyarakat dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau. Di sisi lain, produsen tidak dirugikan karena selisih harga akan diganti oleh pemerintah,” kata Muhammad Lutfi.

Sebagai awal pelaksanaan, lanjut Lutfi, penyaluran minyak goreng akan dilakukan melalui ritel modern yang terafiliasi dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo). Sementara untuk pasar tradisional akan diberikan waktu sepekan untuk melakukan penyesuaian. (hms/propim)