PAREPARE — Pemerintah Kota Parepare melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) merespons cepat informasi di media sosial (Medsos), yang menyebutkan ada anak usia sekolah yang belum memiliki seragam karena belum punya uang.

Di Medsos menyebutkan dua anak bersaudara yakni sang kakak, Muhammad Rafsanjani, 13 tahun, siswa kelas 1 SMP Muhammadiyah Parepare, dan adiknya
Almira, 10 tahun, siswi kelas 4 SDN 33 Parepare, sering berjualan jalangkote di Jalan Atletik. Informasi yang berkembang di Medsos menyebutkan keduanya belum miliki seragam sekolah termasuk pakaian olahraga, karena belum punya uang.

Mendapat informasi itu, Kepala Disdikbud Parepare, Arifuddin Idris langsung mengundang kedua anak tersebut bersama orang tuanya ke Kantor Disdikbud Parepare, Sabtu, 19 Februari 2022.

Kepada keduanya, Arifuddin Idris menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah berupa pakaian seragam, tas, dan buku-buku, serta bantuan pakaian olahraga akan dikomunikasikan di sekolahnya. Keduanya juga akan difasilitasi bantuan melalui program Indonesia Pintar.

“Jadi ini instruksi Bapak Wali Kota yang meminta agar segera bergerak untuk membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan. Makanya kami atas nama Wali Kota bergerak menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah berupa pakaian seragam, tas dan buku-buku ini. Kami juga akan memfasilitasi bantuan melalui program Indonesia Pintar,” ungkap Arifuddin Idris usai menyerahkan bantuan.

Arifuddin menekankan, sebenarnya tidak ada lagi yang dibiayai di sekolah, karena sudah ada dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), namun mungkin saja ada kebutuhan individu siswa yang belum terpenuhi seperti seragam olahraga sekolah itu.

“Makanya Pemerintah hadir memberikan akses bantuan kepada masyarakat yang terhambat proses pelayanan pendidikan karena kebutuhan individu. Kebetulan ini momentum HUT Parepare, sehingga Pemerintah Kota hadir memberikan bantuan berupa perlengkapan sekolah ini,” terang Arifuddin.

Mendapat bantuan seperti itu, ibu Muhammad Rafsanjani dan Almira, Puspa mengaku sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemkot Parepare khususnya Wali Kota Parepare.

“Kami sangat bersyukur. Terima kasih Bapak Wali Kota atas pemberian bantuannya. Kami juga berharap bisakah kami diberikan biaya untuk anak sekolah,” harap Puspa.

Puspa memiliki enam orang anak termasuk Rafsanjani dan Almira. Dia tinggal bersama suami dan anak-anaknya di Jalan Puang Cara Parepare. Suaminya sehari-hari berprofesi sebagai tukang ojek dengan penghasilan tidak tetap.

Membantu ekonomi keluarga, Puspa membuat jajanan jalangkote (sejenis pastel). Jalangkote ini yang dijajakan keliling oleh Rafsanjani dan Almira.

Namun Puspa mengaku, aktivitas menjual jalangkote dilakukan Rafsanjani dan Almira sepulang sekolah yakni mulai pukul 13.00 siang, hingga 18.00, sore.

Kadisdikbud Arifuddin Idris mengingatkan apapun aktivitas anak termasuk menjual jalangkote, tidak boleh mengganggu pendidikan dan belajarnya. Pendidikan itu perlu dan penting untuk masa depan anak.

“Menyikapi masalah sosial seperti ini, ada anak sekolah berjualan dan lainnya, perlu memang duduk bersama instansi terkait seperti Dinas Sosial dan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, untuk memikirkan dan mencari solusi terbaik,” tandas Arifuddin.

Penyerahan bantuan dilakukan di ruang kerja Kadisdikbud. Ikut hadir mendampingi Kadisdikbud, Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Widin Wijaya. Tidak sekadar memberikan bantuan perlengkapan sekolah, Kadisdikbud bahkan menitip pengganti transpor kepada Ibu Puspa. (hms/propim)