Waspadai Transmisi Lokal, Penambahan Kasus Positif Covid-19 Harian di Parepare Tinggi

26

PAREPARE — Meski terjadi penurunan kasus aktif positif Covid-19 di Kota Parepare dalam beberapa hari terakhir, namun secara umum penambahan kasus harian masih cukup tinggi.

Data per Minggu, 27 Februari 2022, kasus aktif di angka 314, turun dibanding sehari sebelumnya Sabtu, 26 Februari 2022, 319 kasus.

Jika diteliti data dari Satgas Penanganan Covid-19 Parepare itu, penurunan disebabkan karena banyaknya yang sembuh, namun sebenarnya penambahan angka kasus aktif harian cukup tinggi.

Data per 27 Februari 2022, kasus terkonfirmasi secara akumulatif 3.659. Jika dibanding 26 Februari 2022, kasus terkonfirmasi akumulatif 3.599, berarti ada penambahan 60 kasus aktif dalam sehari.

Dibandingkan data dua hari sebelumnya yakni per 24 Februari 2022 dan 25 Februari 2022, juga terjadi penambahan rata-rata 20 kasus per hari.

Per 24 Februari 2022, kasus terkonfirmasi akumulatif terdata 3.557, dan 25 Februari 2022, kasus akumulatif 3.577 atau ada penambahan 20 kasus dalam selang waktu sehari. Dan besoknya, 26 Februari 2022, kasus akumulatif menjadi 3.599, atau terjadi penambahan 22 kasus aktif.

Belum lagi kasus meninggal yang rata-rata satu kasus per hari. Data 24 Februari 2022, kasus meninggal secara akumulatif 128, dan 25 Februari 2022, menjadi 129 kasus atau satu orang meninggal. Kemudian 26 Februari 2022, kasus meninggal akumulatif 130 atau ada penambahan satu kasus, dan 27 Februari 2022, kasus meninggal menjadi 132 atau bertambah dua kasus.

Angka penambahan kasus harian yang mengkhawatirkan ini, mengindikasikan transmisi lokal yang cukup tinggi.

Kondisi ini tidak ditampik Walikota Parepare, Dr HM Taufan Pawe yang sekaligus Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Parepare.

Karena itu, Taufan Pawe mengingatkan jangan kendor protokol kesehatan, batasi aktivitas berkumpul, dan kurangi mobilitas. Dan terpenting terus tingkatkan vaksinasi agar mencapai 100 persen.

“Kami imbau agar masyarakat Kota Parepare untuk tidak kendor dalam menegakkan protokol kesehatan, supaya kita bisa menekan laju penyebaran virus Corona,” pinta Taufan Pawe, Minggu, 27 Februari 2022.

Taufan Pawe yang juga Dewan Pengawas APEKSI ini mengemukakan, pandemi Covid-19 gelombang ketiga ini mulai meningkat, ada beberapa warga yang terpapar namun karena telah divaksin sehingga tidak bergejala berat. Sementara yang belum divaksin bergejala berat bahkan berujung kematian.

“Kita melihat kelebihan vaksin, karena ada warga yang kategori usia rentan tapi karena sudah pernah vaksin sehingga dampaknya tidak terlalu berat. Beda dengan pasien yang belum vaksin gejalanya akan lebih berat,” tandas Taufan Pawe. (hms/propim)