Sidak Pemkot Parepare dan TPID Temukan Harga Bahan Pokok Bervariasi, Minyak Goreng Curah Tembus Rp20 Ribu/Liter

92

PAREPARE — Pemerintah Kota Parepare dalam hal ini Dinas Perdagangan (Disdag) bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Parepare melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di Pasar Rakyat Lakessi dan beberapa ritel di Parepare, Jumat, 1 April 2022.

Sidak untuk mengecek harga dan ketersediaan bahan pokok memasuki bulan Ramadan 1443 Hijriyah.

Sidak yang dipimpin Kepala Dinas Perdagangan Parepare, Prasetyo Catur, bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan Parepare, Muhammad Nur, Plt Kabag Perekonomian dan SDA, Rudy M, serta anggota tim lainnya menemukan harga beberapa komoditas bahan pokok yang bervariasi dan berfluktuasi. Kecuali minyak goreng, stok bahan pokok lainnya cukup tersedia. Bahkan harga minyak goreng curah menembus Rp20 ribu per liter atau melampaui HET Rp14 ribu per liter.

“Hari ini kita bersama Tim TPID melakukan kunjungan ke Pasar Lakessi untuk mengetahui ketersediaan bahan pokok pangan dan kelangkaan barang-barang yang ada di pasar inj. Begitupula dengan intervensi harga yang ada di pasar,” kata Prasetyo di sela Sidak.

Hasil Sidak, kata dia, tidak ditemukan kenaikan harga yang signifikan dan stok bahan pokok dan bahan pangan dipastikan aman selama Ramadan. Kalaupun terjadi kenaikan harga dipicu bersamaan dengan kenaikan PPN dari 10 persen menjadi 11 persen.

“Ternyata di Pasar lakessi ini bervariatif, ada barang yang memang langka, seperti minyak goreng. Namun Alhamdulillah barang kebutuhan lainnya bisa terpenuhi selama bulan Ramadan,” ungkap Prasetyo.

Pemicu lain, kata dia, yang mengakibatkan beberapa harga bahan pangan naik, yakni kelangkaan BBM jenis Solar, yang berdampak pada lambatnya distribusi barang.

Sementara harga minyak goreng, kata Prasetyo, ditemukan bervariatif utamanya minyak goreng curah yang belum memenuhi HET yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.

“Ini adalah tugas kami untuk mengendalikan harga, apalagi harga minyak goreng curah di Pasar Lakessi mencapai Rp20 ribu per liter. Namun kita akan selalu memantau harga dan ketersediaan stok selama bulan Ramadan,” tandas Prasetyo. (hms/propim)