PAREPARE, – Usai melaksanakan ibadah umrah bersama keluarga, Wali Kota Parepare Taufan Pawe kembali memantau progres pembangunan Masjid Terapung BJ. Habibie, di Jalan Mattirotasi, Kecamatan Bacukiki Barat.

Taufan Pawe didampingi Kepala Bappeda Syamsuddin Taha, dan Plt. Kadis Kominfo Pemkot Parepare, Amarun Agung Hamka, beberapa waktu lalu.

Wali kota dua periode itu mengungkapkan, Masjid terapung BJ. Habibie merupakan rumah ibadah umat muslim yang bakal menjadi kebanggaan bagi masyarakat Parepare.

“Setelah kami pantau kami menilai progresnya tinggal 10 persen. Karena ini akan jadi Masjid kebanggaan maka sisa progres itu akan digenjot siang malam selama Ramadan. Penataannya harus betul-betul sesuai apa yang diharapkan,” tegas Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan itu.

Taufan Pawe pun mengungkapkan keinginannya akan memusatkan pelaksanaan salat Idul Fitri tahun ini di Masjid terapung BJ Habibie tersebut.

Bagi ayah tiga anak itu, Masjid terapung BJ Habibie adalah simbol kebesaran Parepare sebagai kota yang memiliki identitas sebagai kota santri dan ulama.

“Saya berkeinginan sekali pelaksanaan salat idul fitri nanti di pusatkan di Masjid terapung ini, bukan di lapangan Andi Makkasau lagi. Kemungkinan akses jalan Mattirotasi akan ditutup. Kita ingin perlihatkan dan mempersembahkan kepada masyarakat sebagai jawaban bahwa kota kita adalah kota ulama,” tandas Taufan Pawe.

Taufan mengatakan, pantauan ini sebagai bentuk atensi pihaknya terhadap program pembangunan insfrastruktur di kota bertajuk kota peduli tersebut.

“Ini sebagai bentuk perhatian kami terhadap proses pembangunan khususnya pada pembangunan insfrastruktur,”Terangnya.(Yn)