Penguatan Kemitraan Kampung KB, BKKBN RI Harap Parepare Jadi Motor Percepatan Penurunan Stunting

26

PAREPARE — Direktur Analisis Dampak Kependudukan BKKBN RI hadir di Kota Parepare, Rabu, 27 April 2022. Pejabat pusat ini hadir dalam upaya penguatan kemitraan Kampung Keluarga Berencana (KB) di Parepare untuk percepatan penurunan stunting.

Wakil Wali Kota Parepare, H Pangerang Rahim mewakili Wali Kota Parepare, Dr HM Taufan Pawe menerima Tim BKKBN RI dan BKKBN Provinsi Sulsel di Ruang Pola Kantor Wali Kota Parepare.

Turut mendampingi Wawali Pangerang Rahim, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Parepare, Dr Hj Halwatiah, Sekretaris DPPKB, H Yunus Nonci dan jajarannya.

Dalam kesempatan itu, Pangerang Rahim menyatakan komitmen Pemerintah Kota Parepare untuk percepatan penurunan stunting.

“Tentu Pemerintah Kota Parepare dengan berbagai upaya dan inovasinya berkomitmen untuk percepatan penurunan stunting. Hadirnya Direktur Analisis Dampak Kependudukan BKKBN RI dan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan menunjukkan keseriusan komitmen itu,” kata Pangerang.

Kegiatan ini bertajuk Penguatan Kemitraan Kampung KB dan Pemberdayaan Kelompok Masyarakat di Kampung KB Dalam Rangka Percepatan Penurunan Stunting.

Hadir SKPD terkait di antaranya Dinas Kesehatan Parepare, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parepare, Dinas Lingkungan Hidup Parepare, Dinas Ketahanan Pangan, dan instansi vertikal yakni Kementerian Agama Parepare.

Kemudian hadir para Camat, Lurah yang memiliki Kampung KB di wilayahnya, TP PKK Parepare, Penyuluh Keluarga Berencana (PKB), dan Pokja Kampung KB.

Kepala Dinas PPKB Parepare, Halwatiah mengatakan, hadirnya BKKBN RI dan BKKBN Sulsel untuk mendukung penguatan kemitraan Kampung KB sekaligus pemberdayaan kelompok masyarakat di Kampung KB Parepare.

“Diharapkan dengan penguatan kemitraan dan pemberdayaan kelompok masyarakat di Kampung KB ini, Parepare menjadi motor percepatan penurunan stunting. Apalagi Parepare sudah memiliki inovasi yaitu Jempol atau jemput bola menurunkan angka stunting,” ungkap Halwatiah. (hms/propim)