MAKASSAR- Kepala Daerah se Indonesia yang tergabung Asosiasi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi Indonesia (AKKOPSI) menandatangani Deklarasi Makassar sebagai komitmen satu suara tuntaskan persoalan sanitasi. Termasuk wali kota Parepare, Taufan Pawe.

Deklarasi ini sebagai upaya mendorong gerakan nasional dan upaya bersama untuk pembangunan sanitasi di Indonesia. Komitmen lainnya yakni bersama sama mewujudkan Stop BABS (Buang Air Besar Sembarangan) 100 persen di daerah masing-masing.

Deklarasi Makassar ini salah satu rangkaian kegiatan Advocacy and Horizontal Learning (AHL) :ā€¯Menuju ODF Provinsi dan pengelolaan Air Limbah Domestik yang Aman-Penerapan Sanitasi Skala Kabupaten/Kota yang Inklusif yang di gelar di The Rinra Hotel Makassar, Selasa (12/2).

Wali kota Parepare, Taufan Pawe menuturkan persoalan sanitasi, Parepare merupakan yang terbaik. Kata dia, ini dibuktikan lewat berbagai penghargaan baik dari tingkat pusat hingga tingkat provinsi. Dan layanan sanitasi sudah berkelanjutan dan berjalan dengan sistem yang baik.

“Paling membanggakan kita raih sanitasi total berbasis masyarakat STBM. Ini diganjar penghargaan Eka Pratama Kemenkes. Ini satu-satunya di Sulawesi. Parepare sudah 100 persen open defecation free (ODF),” terangnya.

Sehingga kata Taufan, peduli sanitasi sudah bukan hal baru bagi Parepare. IPAL komunal dibangun juga layanan atau akses air bersih sudah dinikmati warga Parepare. Pemkot bangun sumur bor, bangun reservoir hingga proyek embung yang sudah berjalan.

“Ketersediaan air minum yang layak, lingkungan yang bersih sudah kita jalankan dengan baik. Deklarasi ini menunjukkan Parepare terdepan soal sanitasi,” tukasnya.

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro sebagai pembicara kunci mengatakan sebagai kebutuhan dasar manusia dan prasyarat kehidupan yang sehat dan layak, air minum dan sanitasi menjadi salah satu prioritas pembangunan Indonesia. Komitmen ini di tunjukkan Pemerintah Indonesia dengan memasukkan pembangunan air minum dan sanitasi dalam rencana pembangunan prioritas.

“Kami menyadari pembangunan air minum dan sanitasi sangat erat kaitannya dengan upaya untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, mencegah stunting, menghapuskan kemiskinan, meningkatkan produktivitas dan kualitas SDM serta membangun perekomian berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, ketua umum AKKOPSI sekaligus wali kota Makassar, Mohammad Ramadhan Pomanto berharap Advocacy and horizontal learning (AHL) dapat membangun momentum dan memperkuat komitmen bersama, sekaligus sebagai wadah untuk saling berbagi pengalaman antar daerah untuk mencapai target nasional maupun daerah masing-masing yang didalamnya termasuk pengelolaan air limbah domestik yang aman.

“Sanitasi menyangkut kehidupan dasar masyarakat banyak. Deklarasi Makassar adalah gerakan tersistem yang gaungnya untuk seluruh negeri,” ujarnya.